Mon. Mar 1st, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

RICHARD D’GILIS, Musisi Reggae Yang Tidak Ingin Rasa Seninya Hilang Karena Mengejar Materi

Rakyatmerdekanews, Jakarta —
Julukan “King Of Gilis” telah disandangnya karena eksistensinya sebagai musisi reggae. Gili adalah sebuah kepulauan kecil di wilayah Lombok. Hampir semua warga di kepulauan itu mengenalnya sehingga ia mendapat julukan tersebut, bukan hanya sebagai musisi, tapi ia juga begitu dekat dengan masyarakat sekitar.

Siapa dia? Richard D’Gilis, pelantun lagu lagu reggae yang telah malang melintang di jalur musik yang kebanyakan dihuni oleh orang orang berambut jimbal. Lagu “Gili Trawangan” merupakan yang mempopulerkan namanya, disamping lagu lagu hits lainnya, seperti “Natural”, “Kulit Kacang”, dan “Love Must Be The Answer”.

Bersama Steven Coconut, ia pernah berkolaborasi dalam lah “Kembali”, dan “Horny Horny”. Sepak terjang penyanyi yang kini berusia 45 tahun ini diawali sejak tahun 2007. Eksistensinya tidak perlu diragukan lagi dengan merambah panggung panggung reggae seantero Nusantara.

“Gue sempet vakum 5 tahun karena ikut istri gue ke Skotlandia. Tapi akhirnya gue balik ke Indonesia karena gue berkarya lagi,” ungkap Richard ketika dijumpai RMNews di bilangan Kalibata Jakarta Selatan kemarin (25/1/2021).

Sekembalinya ke Indonesia ia bertemu sahabat lamanya yg juga musisi reggae, Cozy Republik. Richard pun berkarya lagi dengan disuport sahabat lamanya itu. Dikeluarkanlah hits single “Good Day” pada tahun 2019.

“King Of Gilis” inipun comeback.

Di tengah masa pandemi ini, dimana banyak musisi Indonesia nampak lesu berkarya, justru Richard bersemangat untuk berkarya.

“Bagi seorang pekerja seni sejati seharusnya selalu berkesenian dengan baik tanpa henti, apalagi harus menyerah dengan keadaan. Kalo berkesenian orientasinya uang maka hilanglah rasa seninya,” jelas Richard serius.

Dari semangatnya itu dalam waktu dekat ia akan mengeluarkan single terbarunya yang berjudul “Blues Rindu” yang diproduksi oleh Republik Uyee, milik Cozy Republik.

Lho? Kok kenapa lagu blues bukan reggae? Tanya RMNews

“Dalam berkarya itu ga ada batasan mas. Gue ini berkesenian. Jadi gue berkarya mengikuti rasa seni gue. Bukan berarti gue pindah jalur, tapi ini ungkapan rasa seni yang terus mengalir,” tegasnya.

“Di single ini gue banyak bicara tentang cinta yang dikemas dalam musik blues ballad,” terang Richard menutup pembicaraan.

Kita doakan saja single terbarunya dapat diterima dan disukai masyarakat pencinta musik Indonesia. Semoga !! (Amin Bearland)