Mon. Apr 12th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Polisi Tangkap Tersangka Ekploitasi Anak Di Bawah Umur

RMnews, Jakarta – Subdit 5 Renakta ungkap kasus Ekploitasi secara ekonomi dan Seksual terhadap anak di bawah umur dan kasus Aborsi tidak sesuai ketentuan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri yunus di dampingi Kasubdit Renakta AKBP Dr H Pujiarto SH dan Instansi terkait, Deputi PA KPPPA ( Bpk Nahar ), Ketua KPAI ( Bpk Susanto ), Komisioner LPSK ( Ibu Livia ), Kepala P2TP2A DKI Jakarta ( Ibu Wiwik ), Kepala BRSAMPK Handayani (Ibu Ipeh), Kamis (25/02/2021).

Yusri mengatakan, telah menangkap 15 orang tersangka kasus ekploirasi anak di bawah umur dengan modus pelaku dengan korban berkenalan melalui Media Sosial ( Mi-chat, Twiter dan Whatsapp ).

Tersangka dan korban janjian di tempat tongkrongan atau di tempat makan selanjutnya korban di bawa ke tempat penginapan, korban dengan tarif 300 s/d 500 rb, ada juga tersangka menjadikan korban sebagai pacar.

Tersangka di jerat dengan pasal 88 jo 76 l UU RI No 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak, pasal 296 KUHP dan pasal 506 KUHP.

lanjut Yusri, sementara tersangka seorang warga asing dengan inisial MNA mengekploitasi anak di bawah umur terjadi pada tgl 15 Pebruari 2021 di tempat kost- kostan di Jakarta Barat.

Tersangka MNA adalah seoarang pekerja yang mengaku mempunyai perusahaan, dan sudah tinggal di Indonesia selama 1 tahun, tersangka di jerat dengan pasal 88 jo 76 l UU RI No 17 tahun 2016, pasal 81 ayat (5) jo 76D UU RI No 17, pasal 82 jo 76E UU RI No 17 tahun 2016 ( 15 tahun penjara).

Masih kata Yusri, Subdit 5 Renakta menangkap 4 orang tersangka dengan inisial BA, SM, LM dan NAS, tersangka melakukan Aborsi janin yang sudah berumur 7 bulan sehingga terjadi pendarahan, yang di aborsi adalah tersangka NAS.

Kini NAS telah melahirkan di RS, sementara inisial SM adalah yang melakukan tindakan aborsi, kini para tersangka di jerat dengan pasal 194 jo pasal 75 ayat (2), UU No 36 tahun 2009, pasal 77A jo pasal 45A UU No 35 tahun 2014, pasal 346, 348 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara, pungkasnya. (Fachri)