Mon. Apr 12th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Proses Sertipikat Terkatung-katung, Warga Keluhkan Kinerja Anggota PTSL 

RMnews, Jakarta – Warga di kawasan RT. 01 hingga 10, RW. 011 Grogol Utara, Kebayoran Lama Jakarta Selatan mengeluhkan disekitar terkatung-katungnya proses pengurusan sertipikat dalam program nasional (Prona).
Tak heran, jika warga di kawasan itu mulai meragukan kinerja yang dilakukan anggota Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) RW. 011 Grogol Utara, Minggu (28/02/2021).
Nur Alam Zaelani, warga RT. 05/RW. 011 Grogol Utara menuturkan, bahwa kinerja yang dilakukan anggota PTSL di RT dan RW tersebut dinilai tidak ada tindakan yang signifikan untuk mencarikan jalan keluar terkait persoalan mandeknya proses pengurusan sertifikat tanah warga, utamanya masyarakat di RW. 011 Grogol Utara. Padahal infonya mereka sebagai anggota yang diberikan kepercayaan penuh oleh koordinator PTSL untuk urusan sertipikat tanah warga, tuturnya.
Yang mana lanjut dia, sebagai pengurus seharusnya bertanggung jawab penuh untuk mencari solusi bagaimana sertipikat bisa cepat jadi. Alias bukan kesalahan yang dicari, kasihan warga menjadi korban lantaran urusan berkas berantakan, keluhnya.
Ketua PTSL Kelurahan Grogol Utara, Madroji yang didampingi H.M Taufik Hidayat selaku Bendahara saat ditemui di ruang LMK kantor Kelurahan Grogol Utara, (10/02) menjelaskan, awalnya untuk memasukan berkas ke BPN biar mudah dalam pengecekan dilakukan dengan cara satu pintu. Sehingga kekurangan persyaratan dapat dicari dengan mudah. Dan dengan mudah mencari berkas yang terkumpul menjadi satu dalam kontenner, jelasnya.
“Kalau begini apa mau dikata, berkas sudah berantakan, ditambah lagi 58 berkas dikembalikan ke warganya. Sehingga situasi ini semakin menambah beban lagi untuk melengkapi kekurangan persyaratan. Seperti Letter C. Akte Jual Beli, Akte Hibah, Surat Keterangan Waris maupun Berita Acara Kesaksian lainnya. Bahkan, ada warga yang tinggal ambil sertipikatnya, tapi tidak bisa menunjukkan surat asli bukti kepemilikan lantaran hilang, “ujar Madroji. (Red)