Thu. Sep 29th, 2022

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Anton Medan Tutup Usia 64 Tahun

Jakarta – Mubaligh yang lebih dikenal dengan nama Anton Medan meninggal dunia pada Senin Sore, (15/3/2021) setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya sejak lama yakni stroke dan diabetes.

Kabar tentang meninggalnya Mubaligh Anton Medan tersebut dibenarkan oleh Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa (PITI), Ipong Hembing Putra saat memberikan keterangannya, Senin sore di Jakarta, “ Almarhum Meninggal dunia karena stroke dan diabetes yang diderita sejak lama, “ujarnya Ipong melalui pesan singkat.
Seperti dikutip dari Laman Kompas.com.

Anton Medan lahir di Tebing Tinggi, Sumatera Utara, 10 Oktober 1957. Ia menjadi mualaf sejak 1992. Anton Medan memiliki nama Islam Ramdhan Effendi.

Ia mendirikan rumah ibadah yang diberi nama Masjid Jami’ Tan Hok Liang. Masjid itu terletak di areal Pondok Pesantren At-Ta’ibin, Pondok Rajeg, Cibinong.

Kabar mengenai meninggalnya Anton Medan ini dibenarkan oleh Pengurus PITI Jakarta Pusat, Tonny Rasamala.

Sementara, Ketua umum DPP PITI Ipong Hembing Putra mengatakan, “Anton Medan meninggal karena penyakit stroke dan diabetes yang dideritanya sejak lama”.

Anton Medan selama ini dikenal sebagai mantan preman di Indonesia. Ia telah bergelut dengan dunia kejahatan sejak usianya masih 12 tahun.

Pria yang sudah masuk Islam itu sudah bolak-balik keluar masuk penjara karena kasus perampokan, judi dan aksi premanisme lainnya.

Anton Medan lahir di Tebing Tinggi, Sumatera Utara, 10 Oktober 1957. Ia menjadi mualaf sejak 1992. Anton Medan memiliki nama Islam Ramdhan Effendi.

Ia mendirikan rumah ibadah yang diberi nama Masjid Jami’ Tan Hok Liang. Masjid itu terletak di areal Pondok Pesantren At-Taibin.

Almarhum membangun rumah ibadah yang diberi nama Masjid Jami ‘Tan Hok Liang. Masjid itu terletak di areal Pondok Pesantren At-Ta’ibin, Pondok Rajeg, Cibinong.  rencananya Anton Medan akan dimakamkan di kompleks pondok pesantren At Taibin di kawasan Pondok Rajek.

Rencananya almarhum akan dimakamkan di pesantren Pondok Pesantren Attaibin, Bogor pada hari yang sama.
“Mau dimakamkan di samping rumahnya di pesantren mungkin abis magrib, ini rencana istrinya lagi runding sama kita,” ucap Ipin. (Red)