Mon. Apr 12th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Asprindo Kembangkan Digitalisasi Kampung Industri Kreatif Terpadu

Rakyatmerdekanews.com Jakarta ; Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO) terus memacu kinerja untuk mewujudkan program “kampung industri” di sejumlah wilayah Indonesia. Pekan ini, giliran PT Kreativ Digital Indonesia (PT KEDI) yang digandeng untuk menggarap upaya digitalisasi desa, setelah sebelumnya menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Yayasan Desa Emas (YDE). “Dari YDE kami belajar tentang permodelan pengembangan kampung industri, karena YDE sudah berhasil membuat sejumlah pilot project Desa Emas. Kami akan mengkloning dan mengadaptasi sistemnya untuk desa emas industri Asprindo. Sementara dengan PT KEDI, Asprindo bersepakat bekerjasama dalam upaya mewujudkan digitalisasi desa,” terang Jose Rizal, Ketua Umum Asprindo.

Kampung industri adalah program utama Asprindo dan merupakan program jangka panjang. Melalui kampung industri, Asprindo memimpikan lahirnya kawasan yang di dalamnya terdapat ekosistem usaha, memiliki produk unggulan, dikelola oleh mayoritas penduduk kawasan sebagai industri rumahan, bekerjasama dengan pengusaha menengah yang bertindak sebagai industri inti, dioperasikan secara terintegrai dari produksi hingga menjadi produk konsumsi, dan dengan prinsip pembagian kemanfaatan yang bersifat win-win bagi semua sistem yang terlibat dalam industri dimaksud.

Dalam operasionalnya, semua pengusaha – termasuk UMKM, merupakan anggota Asprindo, dan diintegrasikan oleh pengurus DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) dan DPC (Dewan Pimpinan Cabang) di wilayah masing-masing, dan disupervisi oleh DPP (Dewan Pimpinan Pusat) melalui koperasi induk yang bertindak semacam Parenting Style Holding Company.

“Alhamdulillah, dalam 3 tahun sejak berdirinya, Asprindo sudah hadir di 34 provinsi melalui 34 DPW. Mudah-mudahan kelak setiap DPW punya minimal satu kampung industri di wilayah masing-masing,” urai Jose Rizal, Ketua Umum Asprindo.

Direktur PT KEDI, Andi Azwan, antusias menyambut kerjasama dengan Asprindo. Sebagai perusahaan yang sudah memiliki pengalaman dalam membuat digital content, digital branding, digital replacement, dan digital marketing; PT KEDI akan mengembangkan digitaal platform untuk Asprindo. Apalagi saat ini, Asprindo juga merintis kerjasama dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk pengelolaan Desa Wisata. “Kami sangat senang sekali bisa bekerjasama dengan Asprindo, organisasi yang mempunyai jaringan yang luar biasa dan mempunyai misi untuk memajukan Indonesia melalui pemberdayaan UMKM, ekonomi kreatif dan pariwisata. Semoga kami bisa berkontribusi sebagaimana yang diharapkan,” ungkap Andi Azwan seusai penandatangan Nota Kesepahaman, 16 Maret lalu.

Disinggung mengenai rencana kerjasama dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,

Jose Rizal menyatakan bahwa semua proses harus berjalan secara simultan. “Secara prinsip Menteri Sandiaga sudah setuju Asprindo ikut mengelola Desa Wisata, dan kami akan menindaklanjutinya di lapangan. Minggu depan DPP akan terjun ke Jawa Tengah. Kami sudah menyiagakan DPC-DPC di desa-desa sekitar destinasi utama pariwisata seperti Borobudur. Kami akan mencoba melakukan mapping di lapangan, yang mana-mana desa-desa yang dikembangkan sebatas kampung industri, dan mana yang bisa dintegrasikan sekaligus sebagai desa wisata untuk mendukung Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.”

Menurut Jose, tidak semua desa yang akan dikembangkan sebagai kampung industri masuk dalam daftar Desa Wisata versi Kemenparekraf. “Untuk yang di luar program Kemenparekraf, kami tetap akan merintisnya melalui kerjasama antara pengusaha anggota Asprindo dengan pihak lain, misalnya dengan bantuan dana-dana CSR dari perusahaan.”

Jose menilai, banyak pihak yang menjadikan desa sebagai subjek. Tapi kebijakannya sendirisendiri. Asprindo akan mengambil peran sebagai integrator dan inkubator untuk mengintegrasikan berbagai program dan kepentingannya. “Asal visinya untuk memajukan desa dan pengusaha UMKM, ayo, akan kami ajak bekerjasama. Ini kerja besar, dan kerja jangka panjang. Butuh kolaborasi dan sinergi. Tapi dalam jangka pendek, memang sektor pariwisata melalui desa wisata yang bisa digerakkan untuk membantu UMKM dan membuka lapangan kerja. Karena itu, kami berkomitmen penuh untuk mengambil bagian pada sektor strategis ini,” tegas Jose menutup perbincangan.(Hfz)