Tue. Jun 15th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

88 SD dan 22 SMPN Kota Bekasi Siap Melakukan ATHB-SP Mulai 22 Maret


 

RakyatMerdekaNews, Kota Bekasi — Berangkat dari berbagai usulan rencana pembelajaran tatap muka, Usulan tersebut muncul dengan memperhatikan perkembangan Pandemi COVID-19 di Kota Bekasi, berdasarkan indikasi bertambahnya jumlah wilayah RT yang berstatus Zona Hijau dan Kuning di Kota Bekasi.

Dinas Pendidikan Kota Bekasi Merespon dengan melakukan Rapat dengan para Pemangku Kepentingan Pendidikan yang di selengarakan di SMP Negeri 2 Kota Bekasi Jumat (19/03/2021). Rapat yang di hadiri Ketua Dewan Pendidikan Kota Bekasi; Pengurus BMPS Kota Bekasi; Para Pengawas dan Penilik pada Dinas Pendidikan Kota Bekasi; Ketua MKKS se-Kota Bekasi; Ketua K3SD; Ketua KKPS; perwakilan Kecamatan se-Kota Bekasi; Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat; Kepala Dinas dan jajaran pimpinan di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bekasi; Dinas Kesehatan Kota Bekasi; Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi; dan Ketua TWUP4. Hasil rapat pemangku kepentingan pendidikan Kota Bekasi, setelah dikoordinasikan kepada Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Transformasi Pemulihan Ekonomi Kota Bekasi.

“Hasil Rapat tersebut menyepakati beberapa hal diantaranya, Satuan Pendidikan di Kota Bekasi dapat memulai pembelajaran tatap muka melalui penerapan Adaptasi Tatanan Hidup Baru Satuan Pendidikan atau selanjutnya disingkat ATHB-SP. ATHB-SP dapat diselenggarakan mulai hari Senin (22/03/2021),” demikian rilis yang disampaikan oleh Dinas Pendidikan Kota Bekasi yang diterima Rakyat MerdekaNews Sabtu (20/03/2021).

Pelaksanaan ATHB-SP harus sesuai dengan Panduan penyelenggaraan ATHB-SP yang telah dibuat oleh Dinas Pendidikan, berdasarkan Surat Edaran Nomor : 421/2624/Disdik.set/III/2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Adaptasi Tatanan Hidup Baru Satuan Pendidikan di Kota Bekasi. Panduan ini merupakan tindaklanjut penyempurnaan dari produk pengaturan PTM dan PJJ yang sudah dibuat sebelumnya, namun tertunda, karena pemberlakuan PPKM sejak (6/01/2021).

ATHB-SP adalah kegiatan satuan pendidikan dalam menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, dimana satuan pendidikan dimaksud sudah mampu mengadaptasikan dirinya dalam menyiapkan tatanan (sistem) penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) protokol kesehatan, dimulai dengan PTM terhadap 3 (tiga) rombongan belajar dengan pengendalian dan evaluasi secara mandiri, sehingga secara bertahap melakukan penambahan jumlah rombel untuk PTM sampai dengan 50% dari jumlah ruang kelas yang ada pada satuan pendidikan.

“ATHB-SP memiliki tujuan mengadaptasikan satuan pendidikan dalam menyiapkan tatanan (sistem) dalam praktik penyelenggaraan PTM sesuai dengan Keputusan Bersama 4 Menteri, bagi pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik dan
mengadaptasikan satuan pendidikan dalam mengembangkan metode, material, dan perangkat baru yang diperlukan untuk perilaku PTM, pelayanan, dan pengelolaan lingkungan satuan pendidikan sesuai dengan Keputusan Bersama 4 Menteri,” demikian isi rilis berita dinas Pendidikan Kota Bekasi.

Mengenai persyaratan ATHB-SP hanya dapat diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang berada pada Zona Hijau Wilayah Lokasi Sekolah, dengan indikator tidak adanya kasus terkonfirmasi positif COVID-19. Zona Kuning Wilayah Lokasi Sekolah, dengan indikator adanya 1 s.d. 5 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dan berjarak dalam radius sekurang-kurangnya 1 km terdekat dari tempat tinggal warga yang terkonfirmasi positif COVID-19.

“Dari surat permohonan yang disampaikan dan kami telah melakukan pengecekan terhadap daftar periksa satuan pendidikan, terdapat sejumlah 88 SD Negeri dan Swasta dan 22 SMP Negeri yang dinyatakan siap dan dapat menyelenggarakan ATHB-SP mulai Tanggal 22 Maret 2021,” isi pers rilis.

Tidak ada pemaksaan kepada satuan pendidikan untuk menyelenggarakan ATHB-SP. Namun sebaliknya bila ada satuan pendidikan siap untuk menyelenggarakan ATHB-SP, maka satuan pendidikan dapat mengajukan permohonan kepada Dinas Pendidikan Kota Bekasi dan/atau Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi sesuai dengan kewenangannya.
Peserta Didik yang mengikuti ATHB-SP

“Siapa saja yang boleh mengikuti ATHB-SP yaitu Peserta didik pada satuan pendidikan yang dapat mengikuti PTM melalui ATHB-SP adalah peserta didik telah dipastikan dalam kondisi sehat dan tidak memiliki gejala suhu ≥ 37,3 oC, atau tidak sedang gejala keluhan batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan/atau sesak nafas;
peserta didik telah dipastikan berasal dari Zona Hijau Wilayah Tempat Tinggal, dengan indikator tidak adanya kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dan
Zona Kuning Wilayah Tempat Tinggal, dengan indikator adanya 1 s.d. 5 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dan berjarak dalam radius sekurang-kurangnya 1 km terdekat dari tempat tinggal warga yang terkonfirmasi positif COVID-19. Kemudia peserta didik yang telah dinyatakan kesiapannya atas dasar persetujuan orang tua,” persyaratan yang harus di penuhi calon peserta didik.

Bagi satuan pendidikan yang melakukan PTM pada ATHB-SP, maka tidak semua rombel pada satuan pendidikan melakukan PTM, sebagian rombongan belajar (rombel) tetap melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Demikian pula bagi peserta didik pada satuan pendidikan yang melakukan PTM pada ATHB-SP, tidak mendapatkan persetujuan orang tua siswa, maka peserta didik dimaksud wajib mendapatkan pelayanan PJJ oleh satuan pendidikannya.

Apabila terjadi sesuatu hal di luar dugaan ternyata ditemukan suspect COVID-19 di lingkungan satuan pendidikan pada saat PTM, maka penyelenggaraan PTM pada -SP dihentikan untuk jangka waktu 14 (empat belas hari), serta dilakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area lingkungan satuan pendidikan.

Sementara itu berdasarkan ketetangan dari orang tua murid SMPN 2 Kota Bekasi yang tidak bersedia di sebutkan namanya, membenarkan sudah ada surat edaran dari kepala Sekolah SMPN 2 terkait akan berlangsungnya APHB-SP di mulai hari senin (22/03/2021) berikut SOP dan persyaratan siswa didik yang diperbolehkan mengikuti  Pembelajaran Tatap muka diantaranya harus membawa Surat Pernyataan bermeterai dari Orang Tua siswa yang menyatakan mengijinkan anaknya mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM). (Surya)