Tue. Jun 15th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

IPCM Merespon Kondisi Ekonomi Global


Rakyatmerdekanews.com,Jakarta – PT Jasa Armada Indonesia (IPCM) yang merupakan anak usaha Pelindo II telah merilis laporan keuangan sepanjang 2020. Giat pemanduan (pilotage) dan penundaan kapal (towage) ada penurunan laba bersih berkisar 10,90 persen menjadi Rp 80,23 miliar di tahun sebelumnya Rp 90,04 miliar.

Namun perusahaan ini terjadi penurunan laba bersih. Tapi pendapatan dari penjualan naik 2,18 persen menjadi Rp 696,56 miliar dari posisi awal angka Rp 681,67 miliar. Sedangkan aset IPCM diapresiasi 10,08 persen sebelumnya di angka Rp 1,27 triliun tahun 2019 naik menjadi Rp 1,40 triliun tahun lalu. Aset ini terdiri aset lancar juga ikut naik 12,97 persen menjadi Rp 584,20 miliar dari posisi awal di angka Rp 517,15 miliar. Pada lonjatan pos liabilitas naik 58,41 persen dan naik menjadi 316,64 miliar dari sebelumnya Rp 199,89 miliar. Adapun ekuitas perusahaan yang disodorkan Sekper secara tertulis kepada Rakyatmerdekanews.com,Selasa (13/4/2021), mengalami pertumbuhan 1,13 persen dari sebelumnya sebesar Rp 1,07 triliun menjadi Rp 1,09 triliun tahun lalu. Bahkan kata Dirut IPCM,pada tahun 2020 awal penyesuaian bisnis dalam menghadapi era new normal.

Dimana industri maritim cukup resilint (tahan banting) menghadapi pandemi covid-19.”Sejak kuartal pertama 2020 IPCM sudah merespon kondisi ekonomi global dengan melakukan pendekatan market baru dalam rangka perlusan pasa,dengan tetap memberikan layanan terbaik untuk market yang telah dimiliki dan hasilnya kami berhasil mengerjakan beberapa pipeline baru diakhir tahun 2020,”kata Amri Yusuf.

Sedangkan pendapatan IPCM diperoleh dari penundaan kapal (towage) sebesar Rp 614 miliar yang memberikan kontribusi 88 persen dari total pendapatan dan penundaan (pilotage) sebesar Rp 25 M yang memberikan kontribusi 4 persen jasa pengelolaan kapal sebesar Rp 56 M yang memberikan kontribusi 8 persen.

Adapun pendapatan TUKS pada tahun 2020 meningkat tajam 39 persen dari Rp 77 M pada tahun 2019 menjadi Rp 107 M dari tahun 2020. Pendapatan Tersus mengalami kenaikan signifikan 23 persen menjadi Rp 88 M tahun 2020 dibandingkan Rp 71 M di tahun sebelumnya. Adapun pendapatan Pelabuhan Umum turun Rp 475 M menjadi Rp 443 M atau 7 persen. (Delly M)