Tue. Jun 15th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Tidak Berhentinya KA Di Stasiun Rangkasbitung, Para Pedagang, Tukang Ojek dan Sopir Angkot Kehilangan Mata Pencaharian


Rakyatmerdekanews.com – Lebak Banten – Dengan dikeluarkanya surat permohonan pemberhentian KRL selama pelarangan mudik dari tanggal 06 sampai tanggal 17 mei 2021 Oleh Bupati Lebak Iti Oktavia Jayabaya, yang dikirimkan ke Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid.19 Kementrian Perhubungan dan PT Kereta Commuter Indonesia menindaklanjuti surat Intruksi Menteri tentang penutupan Akses terkait pelaksanaan mudik 2021 dirasa memberatkan banyak masyarakat .

Satu hari setelah penutupan dan memberlakukan aturan tersebut dan mendatangkan kondisi yang memprihatinkan bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada pasar Rangkasbitung dan juga Stasiun Kereta Api Rangkasbitung terutama para pedagang ,tukang Ojek sampai supir Angkot yang protes keberatan sehingga sepi pengunjung, penumpang dan lainya.

Fahri perwakilan paguyuban tukang ojek yang mangkal di sekitar lingkup stasiun dan Pasar Rangkasbitung yang humlah anggotanya kurang lebih Tiga Ratus Orang ini, memberikan pandanganya terkait kebijakan Pemerintah.

Yang pertama para tukang ojek tidak memiliki THR (Tunjangan Hari Raya),yang hanya mengandalkan aktivitas tiap hari disekitar pasar Rangkasbitung dan Stasiun Rangkasbitung terutama kalau sudah mendekati Hari Raya Idul Fitri.

Biasanya penumpang agak lumayan ramai setelah penutupan ini kami para pengusaha jasa angkutan menurun total sepi dan sampai ga ada penghasilan sepeser pun dengan adanya kebijakan pemerintah ini.

“Saya mewakili masyarakat yang berprofesi sebagai tukang ojek merasa keberatan dan miris sekali sudah tidak mendapatkan THR, bahkan moment tahunan pun yang diharapkan hilang, pesan saya dengan kebijakan pemerintah yang kami nilai kurang berpihak kepada masyarakat secara menyeluruh harap dipertimbangkan kembali.

Kami yang menggantungkan hidup dilingkungan pasar rangkasbitung dan lingkungan Stasiun Rangkasbitung,”ungkap Fahri Perwakilan Tukang Ojek kepada awak Media, Jum,at.(07/05/21)

Sedangkan Roby yang mewakili Paguyuban sopir angkot trayek terminal mandala.kalijaga dengan jumlah armada seratus armada ini menerangkan, bahwa kebijakan pemerintah terkait penutupan setasiun Rangkasbitung sudah merugikan semua masyarakar yang selalu mengais rejeki dilingkungan pasar rangkasbitung dan area stasiun rangkasbitung.

Biasanya kami mengharapkan rezeki setahun sekali untuk memenuhi kehidupan keluarga,saat ini tidak ada malahan nombok buat operasional mencari penumpang,”terang Robi.

Jangankan untuk beli baju lebaran dan lain sebagainya buat bayar zakat fitrah pun saat ini kami masih kebingungan harus kemana dan bagaimana.

Ditempat yang sama,Rudiana yang mewakili dari paguyuban pedagang dipasar Rangkasbitung yang jumlahnya seratus orang menyampaikan kondisi saat ini kami kocar kacir dengan sepinya pengunjung juga rekan sepropesinya, harapan kami kepada pemerintah mulai dari Bupati, Gubernur bahan kepada Bapak Presiden Joko Widodo carikan kami solusi terbaik agar supaya kami dpat berjalan aktifitasnya juga tiada merugikan rakyatnya.

“Kami bersama semua komponen paguyuban semuanya tidak berhenti sampai disini untuk memperjuangkan hak kami, insya allah hari senin nanti kami akan melayangkan surat berdialog kepada Bupati Lebak Hj Iti Oktavia Jayabaya agar mencarikan jalan keluar atau soluai terbaik,agar kesehatan masyarakatpun terjaga,usaha kami juga tidak terganggu ,yang kami nilai bahwa kebijakan ini sepihak,”tegas Rudi. (Cecep/ H Sarna)