Wed. Jul 28th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Sistem Informasi Baik Akan Menghasilkan Kualitas Data Baik


DR. Denny Tewu, SE.,MM., Wakil Rektor 2 Universitas Kristen Indonesia

Jakarta-RMNews.com: Kendala teknis dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dalam jaringan (daring) atau online di DKI Jakarta menjadi bukti bahwa pada hari pertama dan kedua sistem tersebut tidak mampu mengantisipasi lonjakan saat lalu lintas pendaftaran tinggi karena pada tahun ini diperkirakan sebanyak 300.000 murid mengikuti PPDB Daring.

Denny Tewu, SE.,MM., Wakil Rektor 2 Universitas Kristen Indonesia (UKI) menjelaskan bahwa, seharusnya kalau persiapan baik maka hal seperti itu tidak perlu terjadi meski diawal-awal seperti ini biasanya masih sering terjadi gagap teknologi, sehingga ada hal-hal  yang tidak terduga bisa saja terjadi, seperti kejadian lonjakan di hari-hari pertama yang mengakibatkan kelambanan dalam berproses, namun kalau sudah dipahami masalahnya maka proses digital akan mudah untuk menyesuaikan dan akan terekam dengan baik hingga diwaktu kedepan tidak akan lagi terjadi hal-hal seperti itu, sepanjang maintenance sistem tetap berjalan baik.

“Kalau di Jakarta bisa cepat teratasi karena kualitas jaringan yang baik, semoga di daerah pun bisa tertangani dengan baik pula,” katanya, Jumat (11/6).

Lebih lanjut Denny menjelaskan bahwa, kematangan persiapan termasuk sosialisasi peraturan dan teknis pelaksanaan menjadi kunci kelancaran PPDB daring, peraturan yang sering berubah-ubah untuk mengakomodasi tuntutan masyarakat yang sebagian belum bisa lepas dari “sekolah favorit” karena kualitas sekolah belum merata sering kali menjadi kendala dalam persiapan dan sosialisasi.

“kedepan perubahan-perubahan kebijakan bisa cepat diantisipasi dengan sistem informasi yang memadai, dengan sistem informasi yang baik akan menghasilkan kualitas data yang baik pula dalam menentukan penempatan siswa sesuai aturan yang berlaku,” urainya.

Menurut Denny, pandemi Covid-19 sejatinya mengevaluasi banyak hal, termasuk menunjukkan pentingnya penggunaan teknologi digital dalam pendidikan mulai dari pendaftaran siswa baru hingga proses belajar mengajar. Meski pemerintah mendorong sekolah mulai menyelenggarakan PTM secara terbatas, pembelajaran jarak jauh secara daring tetap jadi kebutuhan.

“jaman sudah berubah, sehingga setiap manusia  perlu siap beradaptasi, termasuk proses-proses administrasi yang pada umumnya bisa dilakukan secara daring, hanya untuk hal-hal tertentu yang harus dilakukan luring, kalaupun masih ada yang berkeinginan luring walaupun bisa daring, itu bagian dari proses penyesuaian diri saja, kita lihat di Jakarta saat ini mayoritas PPDB dilakukan secara daring,”jelasnya.

Denny Tewu berharap sebagai tenaga pengajar harus tetap akan menjalankan new normal, minimal sekolah perlu menyediakan kelas daring maupun luring, karena pada akhirnya nanti kebutuhan mayoritas pasar / masyarakat akan dikuti oleh para penyedia jasa pendidikan.

“Disisi lain masyarakat semakin biasa dengan kemajuan dan kemudahan dari teknologi yang terus berkembang,” pungkasnya. (ips)