Thu. Dec 9th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Terus Berkreasi, Dispora Sragen Gelar Pelatihan Keamanan dan Keselamatan Daya Tarik Wisata

Foto: Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) yang sekaligus Pembinan Utama Muda Kabupaten Sragen, Drs. I Yusep Wahyudi, M.Si.

Rakyatmerdekanews, Sragen — Tak patah semangat untuk terus berkreasi. Itulah hal yang ditunjukan pemerintah kabupaten Sragen, Jawa Tengah untuk membangkitkan motivasi kepada seluruh pelaku wisata.

Dalam upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia bidang kepariwisataan tahun 2021, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata kabupaten Sragen menggelar pelatihan peningkatan SDM pelaku kepariwisataan yang diikuti 25 peserta desa wisata se-kabupaten Sragen, Senin (14/06).
Salah satunya dengan mengadakan pelatihan keamanan dan keselamatan daya tarik wisata yang dikuti oleh puluhan peserta perwakilan dari masing-masing desa wisata. Bertempat di Pendopo Ndayu Park Sragen, pada tanggal 14 hingga 16 Juni 2021.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) yang sekaligus Pembinan Utama Muda Kabupaten Sragen, Drs. I Yusep Wahyudi, M.Si mengatakan, kami mendorong untuk berkreasi dan bisa menerapkan ptotokol kesehatan (Prokes). Karena apapun kita harus mengikuti rekomendasi dari Satgas Covid-19. Kita tidak bisa meninggalkan karena setelah lebaran ini angka penyebaran Covid meningkat. Sehingga kami terus mendorong untuk membiasakan dengan protokol kesehatan, menjaga kebersihan, kesehatan, keamanan di tempat wisata, ujarnya.
“Maka dari itu kami akan mengadakan pelatihan yang melibatkan para untuk membiasakan keamanan dan keselamatan pelaku wisata dimanapun berada terutama pada kondisi saat ini merupakan kesempatan dalam menyiapkan tempat wisata, “ucap Yusep.
Lanjut Yusep, tidak sedikit masyarakat yang antusias, ingin wilayahnya dijadikan destinasi wisata.
Hal yang sama juga disampaikan Mukhtar Ahmadi, Kabid destinasi pengembangan pariwisata Dispora Sragen, belakangan ini kami semangkin gencar melakukan inovasi sistim pariwisata, interplasi, baik objek wisata pemda maupun swasta. Sedangkan informasi bisa diperoleh untuk meningkatkan SDM, maka kecepatan dapat tergantung dari pusat. Sistim informasi pariwisata Sragen bisa langsung lihat objek. Dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan, ujarnya. (Dede/Warso/Titin)