Sun. Nov 28th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Catatan Tercecer RR ke-28, Nikmat Dunia Versus Akhirat Wujudkan Iman

Rakyatmerdekanews.com – Jakarta – Pedangdut Rhoma Irama itu benar bahwa nikmat dunia amat berbahaya, dan menjerumuskan. Padahal, katanya, semua kenikmatan membumi itu dipastikan segala hal yang enak-enak. Mulai pandangan mata soal keindahan, pendengaran tentang musik, hingga minuman keras dan esek-esek yang konon menggeletarkan jasmani & ragawi.

Alhasil, Rhoma Irama si-Raja Dangdut itu “menggugat” Sang Khalik. Pertanyaan pun mengalun dalam nada berjudul Haram. “Kenapa yang enak-enak itu diharamkan, kenapa yang asyik-asyik itu yang dilarang…dst”.

Ternyata pedangdut Rhoma benar bahwa nikmat dunia itu berbahaya, & menjerumuskan. Mulai pandangan mata soal keindahan dunia seringkali menyesatkan Dompet Keluarga; Pendengaran telinga tentang musik cadas, melankolis, hingga slow rock, ditemani minuman keras & esek-esek, seringkali berujung kriminal. Begitulah “Nikmat Dunia”.

Benarkah? Mutlak benar. Betapa nikmat dunia itu bisa menghantam tatakrama rumahtangga seseorang, juga orang lain. Sifat serakah ingin menguasai pun menghalalkan segala cara, yang mengabaikan aturan-aturan Kitab Suci dari Langit alias samawi. Mulai Zabur nan dititipkan Sang Khalik kepada Nabi Daud AS, Taurat dibawa Nabi Musa AS, Injil diwartakan Nabi Isa AS, hingga disempurnakan Al-Qur’anul Karim yang dipedomani Nabi Muhammad SAW.

Apakah berarti Nikmat Dunia itu total diharamkan, atau dilarang? Tidak, ya memang tidak se-kaku pengetahuan manusia. Diperbolehkan dalam Kondisi Darurat, tentu diikuti persyaratan ketat dalam pilihan mempertahankan hidup ketimbang mati sia-sia. Seperti daging babi saat tidak ada lagi makanan di tengah belantara hutan, tetapi bukan kuliner Bipang.

Esek-esek pun, bahkan, dihalalkan dalam ijab qobul pernikahan tentu dengan syarat & ketentuan berlaku. Padahal, Al-Qur’an tegas mentakwilkan dosa mendekati zina. Syahwat birahi, konon, mampu menghancurkan negara. Karena pentingnya wanita sejajar dengan tahta (jabatan) & harta dikenal 3TA menjadi ujian bagi setiap orang beriman.

Terus, adakah dalil pengecualian minuman keras? Tidak, sepengetahuan keimanan penulis. Sampai-sampai, Hamer (bahasa Arab) itu lebih berbahaya ketimbang pembunuhan dan perzinahan. Alasannya, Hamer mampu menghilangkan akal sehat yang memunculkan syahwat membunuh & perkosaan. Padahal pembunuhan & perzinahan cuma melibatkan pelaku & korban.

Iman, yang sesuai ajaran Islam kaffah, ibarat rem dalam filosofi kendaraan. Gas itu representasi syahwat, dan kemudi mewakili akal sehat. Jadi, pilihan diserahkan kembali kepada lelakon manusia. Memperturutkan syahwat berarti selalu nge-gas, yang berujung kecelakaan. Menginjak pedal rem terus menerus bisa jadi mandeg kehidupan. Juga, memutar kemudi dengan nge-gas & menginjak rem akan sia-sia. Alhasil, fungsikan ketiganya sesuai kebutuhan. In sya Allah selamat sampai tujuan. Salam takzim RR.***

 

Penulis Rinaldi Rais (RR), Wartawan Al-Faqir