Wed. Jul 28th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Cegah Suap dan Tingkatkan Pelayanan, Ini Digitalisasi Yang Diterapkan IPC


Rakyatmerdekanews, Jakarta, – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC oltimalkan manfaat teknologi digital dalam layanan kepelabuhanan. Salah satunya pada layanan terminal peti kemas yakni dengan memanfaatkan

teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi jasa kepelabuhanan guna
mencegah praktik penyuapan. Demikian dijelaskan Direktur Utama IPC Arif Suhartono kepada awak media saat Konfrensi pers Selasa ((29/6/2021).

Adapun beberapa program optimalisasi pelayanan operasional kepelabuhan melalui
digitalisasi yang digunakan IPC yakni Single Truck Identity yakni sistem berbasis elektronik yang terintegrasi dengan
Trucking Company. Asosiasi Trucking dan Cabang Pelabuhan dalam melakukan
pendaftaran Truck ID yang berisi data identitas kendaraan seperti nomor polisi dan
data perusahaan pemilik truk/perusahaan angkutannya.

Kedua Penerapan Centralized Traffic Management System , yaitu
pengendalian lalu lintas dengan pengawasan dan pengaturan aktivitas keluar
masuknya truk trailer di dalam wilayah Pelabuhan.

Ketiga, penggunaan i-Hub
I-Hub ini merupakan pengembangan dari layanan e-Service yang
telah berjalan selama ini, dengan menambahkan fitur monitoring, track and trace
petikemas dan sarana pengangkut secara realtime yang langsung dapat dimonitor
oleh pemilik barang, berbasis mobile app dan website.
“Dengan implementasi i-Hub ini, IPC memastikan bahwa semua layanan pengguna
jasa kedepan tidak ada lagi physical contact dan berbasis digital,” ungkap Direktur
Utama IPC Arif Suhartono.

Keempat, penerapan Single Terminal Operating System (Single TOS), adalah untuk
memudahkan perencanaan dan pengendalian operasi di semua terminal di IPC
dalam satu aplikasi TOS. Penerapan Single TOS ini sejalan dengan program
pemerintah yang tertuang dalam Inpres No. 5 Tahun 2020 tentang Penataan
Ekosistem Logistik Nasional (NLE) di Pelabuhan.

Kelima, penerapan Driver ID, dalam implementasinya IPC melakukan kerjasama
dengan pihak Otoritas Pelabuhan. Harapannya akan terjadi kenaikan tingkat
pelayanan terhadap para sopir truk yang bekerja di Pelabuhan dan dengan adanya
pengelolaan database secara digital, nantinya juga dapat terjalin simbiosis yang
saling menguntungkan, antara para sopir truk dengan para pengelola terminal.

Digitalisasi membuat pelayanan kepelabuhanan menjadi lebih transparan, lebih
optimal, dan yang terpenting tidak memberi ruang untuk praktik penyuapan,” tutup
Arif. (Hms/Delly)