Tue. Jan 18th, 2022

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Ormas LPI Soroti Soal Rekomendasi Inspektorat Lebak Kepada Petahana Kepala Desa

RMNews, Lebak — Elang Abdi Negara, Kabid Investigasi Ormas Laskar Pasundan Indonesia (LPI) menyoroti terkait rekomendasi Inspektorat Lebak kepada Petahana Kepala Desa, utamanya di wilayah kecamatan Malingping yang telah di berikan surat tidak ada temuan. Karena jika Inspektorat mengaudit secara menyeluruh, apalagi dimasa pandemi ini. Semisal contoh kecil dengan penerapan PPKM mikro yang di terapkan di wilayah lebak jelas banyak sekali kejanggal terkait anggaran yang di alokasikan Dari Dana Desa sebesar 8% paling minim.

Lanjut Elank Pihak Lpi menduga bahwa ada beberapa desa yang tidak menjalankan hal itu dengan baik apalagi terkait pembelanjaan yang di lakukan banyak sekali dugaan mark up dan lain lain di dalamnya.

Semisal adanya salah satu desa yang hanya memasang posko 1 dan beberapa alat prokes yang ala kadarnya belum di ketahui jelas anggaran tersebut berapa yang di habiskan .

Apalagi mengingat akan berlangsungnya Pilkades serentak seharusnya anggaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk keperluan pesta demokrasi tingkat desa tersebut dan juga pihaknya akan melayangkan surat kepada inspektorat lebak untuk melakukan audiensi untuk mempertanyakan dasar dari pemberian surat rekomendasi tidak ada temuan yang di keluarkan inspektorat.

Pihak LPI menilai bahwa Inspektorat tidak memeriksa secara detail apa yang ada di draf catatan setiap desa dan seharusnya audit secara menyeluruh dimulai dari Dana Desa dan lain sebagainya. Dikarena kan amat besar kemungkinan kemungkinan yang di manipulasi secara administrasi mungkin sudah benar tapi secara penerapan diduga banyak hal yang tidak sesuai dengan apa yang di laporkan desa kepada Inspektorat.

Pihak LPI pun meminta pihak Inspektorat kabupaten Lebak agar lebih objektif dalam pemeriksaan dan kalau bisa turun kelapangan untuk mengaudit secara menyeluruh dan paling terbaru terkait Dana Desa yang di alokasikan untuk PPKM skala mikro diduga keras banyak sekali manipulasi data dan pembelanjaan yang tidak sesuai,
pungkasnya. (DIAN/Red)