Mon. Sep 20th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Tiga Pengedar Obat Terlarang di Gulung Polisi di Stasiun Rangkasbitung

Rakyatmerdekanews.com, Lebak –-Tiga pelaku pengedar obat terlarang daptar G berhasil digulung Polisi di Tkp depan stasiun Kereta Api Rangkasbitung, Lebak, Banten, pada Senin (19/07/2021).

“Ketiga tersangka tersebut diantaranya berinisial S,R dan M, kami menyita puluhan ribu obat terlarang, “kata Diresnarkoba Polda Banten, Kombes Pol Martri Sony saat konferensi Pers di Mapolda Banten, Jumat (23/07/2021).

Kejadian tersebut berawal saat kegiatan PPKM Darurat di wilayah hukum Polda Banten,;Tim Opsnal Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Banten melakukan pemantauan kegiatan masyarakat di wilayah Rangkasbitung yang berlokasi di Stasiun Rangjasbitung.

“Saat melakukan pemantauan, Tim Opsnal Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Banten melihat dua orang yang mencurigakan di depan Stasiun Rangkasbitung sambil menggendong tas besar. Didalam tas ransel ditemukan obat jenis Tramadol dan Hexymer dalam jumlah yang sangat banyak, “ujar Martri Sonny.

Martri Sonny menjelaskan, dalam penangkapan tersebut diamankan barang bukti (BB) berupa puluhan ribu butir tramadol, 10 ribu butir 14 ribu butir Hebxymer dan dua buah tas gendong yang digunakan pelaku untuk membawa obat obatan terlarang itu, jelasnya.

“Dari hasil pemeriksaan, para pelaku mengaku mendapatkan obat obatan dari bosnya berinisial M yang merupakan pemilik toko obat di jakarta,selanjutnya tim melakukan penyelidikan dan mengamankan M,pemilik toko tersebut,” Jelasnya.

Sementara itu, Kabid Humasolda Banten,Kombes Pol Edy Sumardi menambahkan barang tersebut dibawa dari Jakarta menggunakan ojek motor dan diserahkan kepada pemesan di daerah Rangkasbitung.
” Para pelaku juga mangaku meraka melakukan hal tersebut untuk mendaptkan upah dari mengantarkan obat obatan tetlarang dari bosnya M dikarenakan sulitnya mendapatkan pekerjaan ,” ujar Edy Sumardi.
Edy Sumardi juga mengatakan ,para pelaku dikenakan pasl 196 dan atau pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan sebagimana telah diubah dengan UU RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja bab III paragrap 11 pasal 59/60 jo angka 10 Jo 55 KUHP pidana.

“Para pelaku dipidana penjara paling singkat 10 tahun paling lama 15 tahun dan denda paling sedikit Rp 100 juta rupiah paling banyak Rp 1,5 milyar “, ujar Edy Sumardi.
Edy Sumardi mengajak dan menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjauhi narkoba dan obat obtan terlarang serta dapat melaporkan ke pihak berwajib apabila mengetahui ada penyalahgunaan narkoba.
Kami mengajak kepada masyarakat berperanf melawan narkoba Hindari Narkoba dan mohon peran aktif maayarakat ,agar bisa membantu polisi dalam berantas narkoba dengan cara melaporkan ke polisi terdekat ,mengawasi prilaku anak anak kita dan awasi rumah rumah kontrakan yang rawan digunakan sebagai tempat penyalahguanaan narkoba,” tutupnya . (H SAR/ ROH/ CEP)