Mon. Sep 20th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

JELANG PILKADES, DESA SUKARAJA BELUM SELESAIKAN PINBUK

RMNews, Lebak –,Warga Desa Sukaraja menuding kinerja perangkat Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, amburadul. Hal itu diungkapkannya saat momen menjelang perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Lebak Tahun 2021.

Disebutkan, tudingan itu muncul dari warga bernama Maryono yang saat ini menjadi panitia Pilkades Sukaraja. Dia mengaku kesal dengan pekerja di desanya, terutama staf kaur keuangan, lantaran sampai saat ini belum juga menyelesaikan pemindah bukuan (Pinbuk) anggaran Pilkades, padahal tahapan menjelang Pilkades sudah mulai dilaksanakan.
Maryono mengatakan, sebagai pekerja di pemerintahan desa, seluruh perangkat desa (Prades) harus memiliki kualitas yang baik, sehingga dapat mendukung roda pemerintahan yang akuntabel.

Dia pun menuding, salah satu pekerja di Desa Sukaraja yakni bagian kaur keuangan tidak memiliki sikap integritas, karena tidak segera menyelesaikan tugasnya.

“Kinerja Prades Desa Sukaraja amburadul, terutama  kaur keuangan,” kata Maryono, selaku panitia Pilkades Sukaraja. Selasa, (27/7/21).

Lanjut Maryono, pihaknya menyesalkan sikap tidak disiplin kaur keuangan tersebut. Sebab, hal itu akan memperlambat pekerjaan panitia Pilkades. Bahkan dia menyebut, dari keseluruhan pemerintahan desa di Kecamatan Malingping, hanya tinggal Desa Sukaraja yang belum menyelesaikan Pinbuk.

“Sangat disesalkan oleh semua panitia Pilkades Desa Sukaraja, kaur keuangan desa sampai saat ini belum Pinbuk ke Kecamatan Malingping dan satu-satunya desa di kecamatan Malingping yang belum Pinbuk terkait anggaran pilkades hanya Desa Sukaraja,” ujarnya.

Masih kata Maryono, pihaknya sempat mempertanyakan alasan kenapa belum menyelesaikan Pinbuk, namun kaur tersebut hanya menjawab komputernya rusak.

“Alasan kaur keuangan laptopnya rusak, menurut saya alasan itu tidak relevan dan tidak masuk akal. Ya kami belum menerima anggaran untuk melaksanakan Pilkades,” tukasnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi awak media staf kaur keuangan Desa Sukaraja, Nisa, enggan memberikan jawaban apapun. Bahkan dirinya merasa terganggu oleh wartawan yang hendak nanya persoalan tersebut.
Nada pelayan publik itu juga terkesan menunjukkan sikap tidak senang nomor WhatsAppnya diketahui pewarta.

“Wa’alaikum salam. Mohon maaf, tapi saya tidak akan menjawab apapun. Terimakasih sudah mengganggu di waktu istirahat dan privasi orang lain karena meminta nomor tanpa izin,” papar Nisa, lewat pesan singkat WhatsApp. (DIAN /RED)