Sun. Nov 28th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Pembangunan Embung Kampung Coo Terkesan Amburadul, Warga Mengeluh

Rakyatmerdekanews.com, Lebak — Warga mengeluhkan
pembangunan embung Kampung Coo, desa Leuwicoo, kecamatan Muncang, Lebak, provinsi Banten. Warga di kawasan itu mengeluh lantaran realisasi pembangunan embung tidak sesuai kualitas dan keinginan masyarakat.

Budi salah seorang warga Kampung Coo mengaku kecewa, pasalnya embung tersebut tidak sesuai fungsi. Sehingga, berdampak terhadap kerugian atas sawah yang dimiliki warga yang tidak bisa ditanam padi, bahkan dipastikan gagal panen, akunya.

Lebih lanjut Budi mengatakan, bahwa pihak PUPR seolah membiarkan atas kualitas pembangunan embung, yang secara otomatis merugian negara yang begitu besar. Sebab, anggaran yang dialokasikan terhadap pembangunan embung atau penampungan air tersebut sebesar Rp. 643 juta rupiah, ucapnya.

Masih menurut Budi, lokasi peruntukan lahan embung seharusnya di dukuh Sindang, tapi tiba-tiba pindah lokasi ke Pasirkupa. Bahkan, anehnya rencana tersebut tidak ada musyawarah dengan warga masyarakat. Bahkan, BPD yang notabene sebagai fungsi kontrol di desa tersebut tidak dilihatkan dalam musyawarah. Tak heran jika kemudian proyek ini banyak menimbulkan gejolak di lapangan.

Kami sebagai masyarakat sangat mendukung atas program ini kalau pembangunanya sesuai harapan, tentunya dapat diterima dan silahkan untuk dilanjutkan kembali. Namun sehubungan kualitasnya tidak sesuai kajian ilmiah sehingga membuat masyarakat protes keras.

Sebagai masyarakat tentunya kami sangat berharap agar kepala desa peduli terhadap kualitas pembangunan yang diprogramkan oleh pemerintahan pusat.
Apabila keinginan masyarakat diabaikan terkait pembangunan ini, maka akan melaporkan ke pihak yang lebih berwenang atau mengadukan hal ini ke PUPR pusat. Bahkan tidak menutup kemungkinkan kami sebagai masyarakat Leuwicoo akan melaporkan ke Tipikor pusat.

Masih kata Budi apabila pembangunan ini tidak sesuai harapan masyarakat dan tidak dipasang sistem TPT atau Turap Penahan Tanah bukan tidak mungkin pembangunan embung tetsebut akan abmbruk kembali, pungkasnya. (Tim)