Wed. Oct 20th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

IMM Ushuluddin UIN Jakarta : Pengrusakan Mesjid Ahmadiyah di Sintang Bertentangan dengan Ajaran Islam

Rakyatmerdekanews.com – Jakarta – Jumat (3/8) kemarin sekelompok orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai Aliansi Umat Islam menyerang dan membakar mesjid Miftahul Huda milik Jamaat Ahmadiyah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Menanggapi hal tersebut, M. Bukhari Muslim, Ketua Umum IMM Ushuluddin UIN Jakarta, mengatakan bahwa tindakan teror dan persekusi yang dilakukan oleh oknum tersebut sangat melukai kebinekaan Indonesia. Ia menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang majemuk. Karena itu setiap kelompok yang berada di dalamnya harus dihargai.

“Indonesia itu negara yang majemuk. Keberadaan setiap kelompok harus dihargai. Karena itu kita harus siap bergandengan dengan kelompok yang berbeda. Bukan malah merasa terganggu dan mempersekusinya.”, tegas Bukhari.

Baginya tindakan kekerasan, apapun bentuknya, tidak pernah direstui oleh agama, terlebih agama Islam yang menjunjung tinggi ajaran damai dan kasih sayang. Justru yang ada ialah Islam melarang segala macam bentuk kekerasan.

“Islam adalah agama yang selalu mengajarkan pemeluknya tentang kedamaian dan kasih sayang. Islam tidak pernah merestui tindak kekerasan. Apapun motif dan alasannya.”, jelas mahasiswa jurusan tafsir tersebut.

Oleh sebab itu, tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang menamakan dirinya sebagai Aliansi Umat Islam tersebut dinilai Bukhari sangat bertentangan dengan ajaran Islam.

Selanjutnya Bukhari berharap agar pelaku pengrusakan mesjid Ahmadiyah tersebut dibina dan ditindak secara tegas. Agar dapat menjadi pelajaran bagi kelompok lainnya dan mencegah terjadinya tindakan serupa di kemudian hari nanti.

“Semoga aparat segera memproses dan menindaknya secara tegas. Agar di kemudian hari nanti tidak muncul lagi kelompok-kelompok semacam.”, tutup Bukhari.