Sun. Nov 28th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Balai Pelestarian Cagar Budaya Sragen Lakukan Survei di Patilasan Tumenggung Jayengrono

Rakyatmerdekanews, Sragen – Warga menyambut antusias kunjungan, sekaligus survei yang dilakukan Balai Pelestarian Cagar Budaya provinsi Jawa Tengah dan BPCB kabupaten Sragen di lokasi destinasi wisata desa Plosorejo, tepatnya di patilasan Tumenggung Jayengrono, dukuh Candi Bangunsari, pada Jum’at (17/09/2021).

Tim survei dari Balai Pelestarian Cagar Budaya terdiri dari delapan orang, yakni antara lain Anjar, Joni, Riris dan lain sebagainya yang didampingi Warsono, ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Katiman wakil juru kunci patilasan Tumenggung Jayengrono.

Dukungan agar terwujudnya destinasi wisata desa Plosorejo yang terletak di patilasan Tumenggung Jayengrono, dukuh Candi Bangunsari datang dari warga dan pemuda karang taruna, Kyai Syarif Hidayatullah atau Abah Syarif, Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati atau Mbak Yuni, BPCB, Kadispora kabupaten Sragen Yoseph Drs. I Yoseph Wahyudi, M.Si, Camat kecamatan Gondang  Drs. Catur Sarjanto, M.Si dan instansi terkait lainnya.

Survei yang dilakukan Balai Pelestarian Cagar Budaya yang dinilai cukup kooperatif ini menindaklanjuti terkait laporan bambang santoso, salah seorang warga ke BPCB provinsi Jawa Tengah disekitar penemuan arca berbentuk lumpang dan batubata berukuran besar panjang konon kabarnya temuan situs itu peninggalan para leluhur pada masa kerajaan Jawa kuno, ratusan tahun silam. Dan kabarnya, patilasan Tumenggung Jayengrono akan segera dibangun oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya karena situs di dukuh Candi Bangunsari merupakan salah satu situs terbesar di kabupaten Sragen Jawa Tengah.

Disela-sela kesibukannya surveinya, Anjar dan Joni berpesan agar warga setempat senantiasa menjaga sekaligus menguri-uri peninggalan para leluhur.

Sebagaian masyarakat di kawasan itu menganggap  lokasi patilasan Tumenggung Jayengrono memiliki aura positif yang sangat kuat. Bahkan terbukti, atas kehendak Allah air di sumur kahuripan dan mustika lemah item (tanah hitam, red) di lokasi itu mampu menyembuhkan berbagai penyakit.

Ini terbukti dengan hal yang dialami Katiman alias pak Man, warga Candi Bangunsari dan Titin Supriatin salah seorang warga dari Jakarta.

Katiman mengaku terus gelisah sakit gatal-gatal dibagian kaki yang dideritanya tak kunjung sembuh, mencoba berobat ke dokter pun tak juga membuahkan hasil, akhirnya ia mencoba melalui sarana air berkaromah dari sumur kahuripan akhirnya mendadak sembuh, hal yang sama juga dialami oleh isteri Katiman, yakni Ibusih.

Bahkan, selain khasiat air sumur kahuripan, Katiman juga mengakui kharomah tanah dari patilasan Tumenggung Jayengrono. Kaki Pakman sakit nyaris tak bisa berjalan, namun berkat mengiginjakan kaki disalah satu titik lokasi patilasan itu,  kaki pria itu mendadak sembuh.

Kejadian aneh juga dialami Titin Supriatin seorang pengunjung dari Jakarta, jari kelingkingnya terasa nyeri lantaran pernah patah akibat terinjak, namun berkat diolesin tanah bertuah dari patilasan Tumenggung Jayengrono, jari kelingkingnya mendadak sembuh. (Red)