Wed. Oct 20th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Heboh, Temuan Bangunan Candi di Plosorejo, Sragen Disinyalir Sisa-sisa Masa Majapahit

Rakyatmerdekanews, Sragen – Warga memberikan apresiasi terhadap kunjungan, sekaligus survei yang dilakukan Balai Pelestarian Cagar Budaya kabupaten Sragen, Jawa Tengah di lokasi destinasi wisata desa Plosorejo, tepatnya di patilasan Tumenggung Jayengrono dukuh Candi Bangunsari, Plosorejo, kecamatan Gondang, Jum’at (17/09/2021).

Hal ini tentunya sesuai sesuai dengan visi BPCB provinsi Jawa Tengah dengan mewujudkan peningkatan perlindungan dan apresiasi Cagar Budaya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen Drs Suwardi, MM melalui Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Anjarwati Sri Sayekti mengatakan, fragmen candi Plosorejo, kecamatan Gondang merupakan salah satu candi yang ditemukan di wilayah kabupaten Sragen. Sisa-sisa bangunan candi yang ditemukan di wilayah tersebut sebagian besar berupa bangunan struktur batu bata dengan ukuran besar, seperti halnya batu bata yang ditemukan masa Majapahit, katanya.

Lebih jauh Anjar menyampaikan, fragmen hiasan candi yang ditemukan sebagian besar berupa ukiran sulur pada panelnya dan hiasan Kala Makara pada bagian atas pintu masuknya. Hanya pada komponen-komponen penting saja yang dibuat dari bahan batu andesit seperti Yoni, Lingga, Arca, dan Penampil.

Komponen-komponen tersebut lanjutnya, dianggap penting karena merupakan manivestasi dari Sang Dewa yang dsembahnya. Lingga – Yoni merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah candi yang bercorak Hindu karena merupakan perwujudan dari Dewa Siwa (Lingga) dan isterinya (Yoni) yaitu Dewi Parwati yang melambangkan dari Dewi Kesuburan.

Dikatakan, gaya bangunan candi dengan menggunakan struktur batu bata merupakan candi bergaya Jawa Timuran, yang berkembang setelah Ibu Kota Mataram Kuno bergeser ke arah Timur. Berdasarkan pola hias dan corak bangunannya candi-candi yang tersebar diwilayah Kabupaten Sragen diperkirakan merupakan tinggalan masa abad 14. Adapun persebaran candi berstruktur batu bata yang sudah didata oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen antara lain  ditemukan di wilayah  Mojocandi (Kecamatan Gondang), Sambirejo (Kecamatan Sambirejo), Kauman (Kecamatan Masaran), dan Purwosuman (Kecamatan Sidoarjo), urainya.

Namun sayangnya, temuan tersebut sudah berupa fragmen-fragmen lepas maupun sudah berupa reruntuhan dan sebagian besar komponennya sudah hilang. Namun demikian pendataan dan inventarisasi bangunan dan benda cagar budaya tetap dilakukan hal ini terkait dengan usaha pelestarian yang tercantum didalam Undang-Undang Republik Indonesia N0. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Esensi keberadaan tinggalan dari Masa Hindu dapat dijadikan sebagai salah satu materi muatan lokal yang dapat disosialisasikan pada generasi muda yang berkaitan dengan potensi budaya lokal.

Masih kata Anjarwati, pendirian sebuah bangunan suci tempat persembahyangan nenek moyang kita dulu tidak dapat dilakukan di sembarang tempat, namun melalui proses mendeteksi kesucian dari lokasi yang dipilih. Dalam poses pemilihan lokasi tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang, namun melibatkan para Brahmana dan melalui berbagai prosesi upacara. Hal ini berkaitan dengan pendirian rumah bagi para Dewa. Di dalam kitab Silpa Prakasa bangunan candi Hindu dianggap sebagai gambaran Mahapurusa yang merupakan manivestasi dari  Jagad Raya. Esensi nilai intelektual yang berkembang masa itu merupakan salah satu nilai penting yang perlu diketahui oleh generasi muda selaku pewaris budaya. Hal ini dapat mendorong timbulnya rasa bangga pada potensi budaya lokal khususnya Kabupaten Sragen yang didalam pelestariannya harus melibatkan generasi muda, pungkasnya. (Red)