Wed. Oct 20th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

HNSI Kota Pangkalpinang Tegaskan Jangan Hambat Hak BBM Nelayan

Foto : Ketua DPC HNSI Kota Pangkalpinang Asnam Basuri didepan SPBN 28.001.09 Pelabuhan Perikanan Pantai Sungai Batu Rusa Pangkalpinang, Senin (04/10/2021) Ist.

Rakyatmerdekanews Pangkalpinang – DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) kota Pangkalpinang memantau langsung Pendistribusian BBM subsidi jenis Bio Sollar untuk nelayan di SPBN 28.001.09 Pelabuhan Perikanan Pantai (P3) sungai baturusa Pangkalpinang saat ini belum beroperasi seperti biasanya, Senin (04/10/2021).

Hal tersebut diketahui sebelumnya adanya miskomunikasi antara pengelola SPBN 28.001.09 dengan Pelaku usaha hingga terjadi konflik.

Saat di jumpai Awak media dilapangan Asnam Basuri selaku Ketua DPC HNSI kota Pangkalpinang di dampingi oleh Wakil Ketua Nova dan Sekjen DPC HNSI Kota Pangkalpinang firdaus saat mendatangi SPBN NO 28.001.09 di Pelabuhan Perikanan Pantai (P3) Sungai Baturusa Pangkalpinang sekira pukul 10.00 wib hingga pukul 14.30 wib.

Asnam membenarkan tidak adanya aktifitas penyaluran BBM jenis Bio Solar kepada nelayan yang sangat membutuhkan di SPBN 28.001.09 P3 Sungai Batu Rusa.

Berita Terkait :

Polimik Pendistribusian BBM Bersubsidi di SPBN P3 Sungai Baturusa Pangkalpinang

 

Beberapa nelayan yang juga di konfirmasikan oleh ketua HNSI mengeluhkan jika BBM Jenis Sollar belum di salurkan, berarti kami nelayan tertunda untuk kelaut, padahal kami nelayan sudah mempersiapkan ramsum. dan Segala sesuatunya.

Foto : HNSI Kota Pangkalpinang Bersama Nelayan di Yang sedang Bersandar di Pelabuhan Perikanan Pantai (P3) Sungai Batu Rusa Pangkalpinang, Senin, 04/10/2021. Ist

“Peran HNSI juga memiliki hak dalam pengawasan dan pendistribusian BBM bersubsidi Jenis Sollar untuk kepentingan nelayan” Tegas Asnam

Jadi sangat disayangkan jika pengurus SPBN 28.001.09 dan pelaku usaha tersebut bertindak untuk kepentingan sendiri yang akan berimbas kepada nelayan, dimana para nelayan saat ini sedang membutuhkan, jangan sampai ada kesan menghambat kebutuhan hak nelayan untuk mendapatkan BBM, Tegas Asnam.

Disayangkan jika konflik yang dianggap hal pribadi menjadi permasalahan yang berimbas ke nelayan, kalau ada miskomunikasi di lapangan bisa diselesaikan secara baik, ingat kebutuhan nelayan berupa BBM adalah modal utama dalam berusaha mencari rezki jadi jangan dihambat tutup asnam. (Monti)