Wed. Oct 20th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Jokowi Resmikan Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo

 

RakyatMerdekaNews, Nusa Tenggara Timur — Presiden Jokowi melakukan kunjungan Ke NTT dalam rangka Peresmian Penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (14/102021).

“Kita tahu biaya logistik negara kita dibanding negara-negara tetangga kita masih jauh tertinggal kita ini. Mereka biaya logistiknya hanya 12 persen, kurang lebih, kita masih 23 persen. Artinya ada yang tidak efisien di negara kita,” ungkap Jokowi dalam sambutanya.

Jokowi mengungkapkan, pembangunan infrastruktur, baik itu jalan, baik itu pelabuhan, baik itu airport, bertujuan agar produk-produk kita, barang-barang kita bisa bersaing kalau kita adu kompetisi dengan produk-produk negara lain.

“Tujuh tahun yang lalu sudah saya perintahkan ke Menteri BUMN, ke seluruh Direktur Utama Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, Pelindo IV untuk segera meng-holding-kan Pelindo ini. Saya tunggu-tunggu tujuh tahun, enggak terealisasi.
Paling tidak transisinya ada virtual holding. Dilakukan virtual holding-nya, tapi holding-nya belum ketemu. Dan hari ini alhamdulillah tadi sudah disampaikan oleh Dirut Pelindo Pak Arif sudah terjadi Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, Pelindo IV menjadi PT Pelindo atau PT Pelabuhan Indonesia,” katanya.

Jokowi berharap, pertama biaya logistik kita bisa bersaing dengan negara-negara lain. Artinya, daya saing kita, competitiveness kita akan menjadi lebih baik.

Yang Kedua, Masih menurut Jokowi, agar ini dipartnerkan dengan networking, memiliki jaringan yang luas, sehingga ke depan terkoneksi dengan negara-negara lain dengan baik.

“Artinya apa? Produk-produk kita, barang-barang kita, bisa menjelajah kemana-mana, masuk ke supply chain global, golnya ke sana. Sehingga sekali lagi, saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh BUMN, oleh Menteri BUMN dan jajarannya,” pungkasnya.

Jokowi berharap penggabungan pelabuhan di Indonesia akan menjadi sebuah kekuatan besar. Sehingga menjadi pelabuhan masuk ke delapan besar dunia.

“Nanti perusahaan-perusahaan yang lain juga seperti itu, jangan sampai kecil-kecil bertebaran, sehingga kekuatannya menjadi minim, baik dari sisi keuangan, modal. Kalau bergabung seperti ini, kekuatannya akan menjadi gede,” harapnya

Mengenai Pelabuhan Wae Kelambu, Jokowi memang ingin pelabuhan yang lama itu bersih, karena memang di sana adalah wilayah dan daerah wisata

“Saya sangat mengapresiasi dikerjakan secara cepat, di bulan Agustus 2020 dimulai, kemudian hari ini bisa kita selesaikan, alhamdulillah. Dan saya tidak membayangkan bahwa pelabuhan yang baru ini sangat besar sekali, enggak seperti yang ada di pikiran saya kayak yang lama gitu, hanya digeser ke sini. Ternyata menjadi sebuah pelabuhan yang besar, yang kita harapkan ini bisa kita pakai dalam jangka 15 atau 20 tahun yang akan datang masih memungkinkan (visible) untuk angkutan barang-barang yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, utamanya di Kabupaten Manggarai Barat,” pungkasnya.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada siang hari ini saya resmikan Penggabungan Pelindo I, II, III, dan IV menjadi PT Pelindo, dan kita resmikan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo,” ungkap Jokowi mengakhiri sambutanya.

Turut mendampingi kegiatan Jokowi Menteri Perhubungan, Menteri BUMN, Menteri PUPR, Sekretaris Kabinet, dan Wakil Menteri BUMN, Gubernur Nusa Tenggara Timur beserta Ibu, dan Bupati Manggarai Barat, dan seluruh Forkopimda provinsi dan kabupaten, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Komisaris dan Direksi PT Pelindo.(Surya/Red)