Tue. Jan 18th, 2022

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Kemendag dan BNPT Sepakati Cegah Radikalisme Trasaksi Perdagangan

Rakyatmerdekanews.com – Jakarta – Transaksi perdagangan, bagi Komjen Boy Rafli Amar, bisa memunculkan radikalisme & terorisme manakala dikaitkan praktek-praktek monopoli atau oligopoli yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi ekonomi.

Karenanya, sambung Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris itu, radikalisme & terorisme bidang ekonomi butuh dicegah dengan peran aktif masyarakat dalam membentuk konsumen cerdas berdaya dan
pelaku usaha bertanggungjawab.

“Di sinilah dibutuhkan kepedulian masyarakat dalam menekan aksi-aksi teror yang sangat merugikan masyarakat dan negara sekaligus menunjang kegiatan ekonomi,” ujar mantan Humas Polri itu dalam rilis yang diterima media, Minggu (17/10).

Untuk itulah Boy Rafli mengapresiasi Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan bersama instansi terkait & Pemkab Banyuwangi, dalam diskusi diikuti 250 peserta bertema “Perlindungan Konsumen, Indonesia Maju” di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (12/10).

Temuan Curang

Sementara Dirjen PKTN Kemendag, Veri Anggrijono, mengungkapkan temuan dugaan pelanggaran yang merugikan masyarakat konsumen. Mulai manipulasi berat, kadar, hingga pelapis emas campuran, hingga pelanggaran Higienitas Sanitasi Pangan oleh Depot Air Minum.

“Pengawas lapangan terus menyelidiki aduan-aduan masyarakat konsumen hingga menemukan dugaan pelanggaran, dan siap mengambil tindakan jika hasil penyelidikan terbukti pelaku usaha merugikan konsumen,” ujar Dirjen PKTN Kemendag, Veri Anggrijono, kepada media.

Temuan dimaksud, sambung Dirjen Veri, seperti gelang perhiasan emas ditambah material kabel di dalamnya untuk manipulasi berat sehingga mengurangi kadar emas namun dijual senilai berat emas normal. Juga, temuan cincin kuningan berlapis emas dengan kadar 80% plus material lain (per/spiral) yang dihitung sebagai berat emas pada gelang.

Pemicunya bisa disebabkan pelemahan harga emas seiring penguatan dolar AS sepekan belakangan. Kantor berita CNBC, Selasa (12/10) melansir harga emas di pasar spot turun 0,1% menjadi USD 1.754,54 per ounce (oz), sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,1 persen lebih rendah menjadi USD1.755,7 per ounce.

Kendati naik lagi menjadi USD 1.774,98/oz dengan kurs IDR/USD Rp 14.155,01, Jumat (15/10).

“Di sinilah dibutuhkan konsumen yang cerdas, teliti, serta memahami hak dan kewajiban dalam rangka mewujudkan iklim perdagangan yang baik,” urai Veri Anggrijono, seraya menambahkan. “Hal itu semata-mata untuk memastikan tertib niaga di semua pasar dan gerai transaksi perdagangan, disamping pelaku usaha yang bertanggung jawab.”

Kemendag mencatat 31.553 Depot Air Minum tidak layak Higienitas Sanitas Pangan (HSP). Dari total 60.272 DAM yang tercatat, hanya 28.719 yang layak. Dugaan pelanggaran DAM lain seperti alat ultraviolet (UV) yang sebagian besar melewati batas maksimal pemakaian serta hanya 1.183 yang bersertifikat dan 28.719 yang Layak HSP dari 60.272 DAM isi ulang yang tercatat.

IKK Meningkat

Sebelumnya Direktur Pemberdayaan Konsumen, Ojak Simon Manurung, mensyukuri terus meningkatnya Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) Indonesia. IKK merupakan parameter bagaimana masyarakat sebuah negara memiliki tingkat keberanian sebagai konsumen bila merasa tidak puas terhadap produk dan pelayanan atau merasa dirugikan produsen dalam suatu aktivitas jual-beli produk barang atau jasa.

“Nilai tersebut menunjukkan bahwa konsumen telah mampu menggunakan hak & kewajibannya untuk menentukan pilihan terbaik, termasuk menggunakan produk dalam negeri bagi diri dan lingkungannya,” ujar Direktur Ojak Simon kepada media.

Kemendag mencatat IKK Indonesia menunjukkan tren meningkat setiap tahun. Mulai angka 40,41 pada 2018, nilai 41,70 pada 2019 dan 49,07 pada 2020, atau berada pada level Mampu. Artinya, kata Direktur PK Ojak Simon, konsumen Indonesia telah memanfaatkan hak & kewajibannya dalam bertransaksi perdagangan. (Arief)