Sun. Nov 28th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Memperihatinkan, Kondisi Grosir Bunga Terbesar di Asia Tenggara Kian Kumuh dan Semerawut

Rakyatmerdekanews.com. Jakarta – Rawa Belong merupakan salah satu pasar bunga terbesar di Asia Tenggara. Ini tentunya menjadi sebuah kebanggaan bangsa Indonesia. Dengan sebutan grosir bunga terbesar, sehingga layak jika pasar bunga Rawa Belong yang terletak di kelurahan Sukabumi Utara, Kebon Jeruk Jakarta Barat layak menjadi proyek percontohan bagi wilayah lain di tanah air, terutama dalam hal penataan, kerapian dan kenyamanan bagi pengunjung.

Tapi ironisnya, kondisi ini sangat kontradiktif dengan kenyataan di lapangan. Pasar bunga Rawa Belong terkesan tidak tertata, hingga tampak semerawut, bahkan jadi langganan kemacetan arus lalulintas.

Hal ini dipicu akibat semakin menjamurnya puluhan pedagang bunga tabur dan bunga potong yang sengaja menjajakan dagangannya diatas trotoar di kawasan pasar Rawa Belong.

Menurut salah seorang warga Rawa Belong yang enggan disebutkan namanya, keberadaan pedagang ini praktis menyalahi peraturan pemerintah, yakni UU 38/2004 tentang jalan dan UU 22/2009 tentang lalulintas, karena dinilai menggangu kepentingan pejalan kaki dan lalulintas. Selain itu, fungsi trotoar merupakan sarana pembantu lalu lintas untuk digunakan pejalan kaki. Disamping, fungsi trotoar lebih ditegaskan lagi dalam pasal 34 (4) peraturan pemerintah no.34 2006 tentang jalan yang berbunyi “Trotoar sebagaimana dimaksud ayat (3) hanya diperuntukan sebagai lalu lintas pejalan kaki”.

Tapi anehnya, trotoar yang semestinya sebagai kepentingan pengguna jalan, utamanya bagi pejalan kaki namun malah disalah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang lebih mengutamakan  kepentingan pribadi.

Warga di kawasan itu menyayangkan dengan semakin menjamurnya pedagang bunga tabur dan daun potong yang membandel nekat berjualan diatas trotoar. Kondisi ini kontan saja berpengaruh besar, utamanya bagi para pedagang yang berada di dalam lingkungan pasar bunga, yang berdampak semakin menurunkan omset pendapatan.

Padahal, pihak unit pengelola teknis (UPT) Pasar Bunga Rawa Belang sudah mengalokasikan sarana maupun tempat usaha bagi para pedagang. Bahkan, sebuah barner Perda terpampang besar diatas jembatan pasar bunga yang melarang para pedagang kaki lima untuk tidak berdagang diatas trotoar, tapi hal itu tidak dihiraukan oleh para pedagang.

Yuli salah seorang pedagang bunga tabur di pasar bunga Rawa Belong, (12/11) menuturkan, akibat banyak pedagang trotoar, sehingga para pembeli lebih memilih belanja diluar. Tidak jarang, pembeli yang hendak belanja kedalam dipanggil untuk belanja diluar, ujarnya.

Hingga saat ini belum ada tindakan tegas dari aparat  terkait, tak heran jika pedagang kian menjamur.
Rizki dan para pedagang dibawah binaan UPT pasar Rawa Belong berharap agar pemerintah segera melakukan tindakan. Karna kondisi ini sangat berpengaruh terhadap pedagang bunga yang berada didalam, apalagi dengan adanya pandemi Covid-19 seperti saat ini, harapnya. (Arief P/Red)