Thu. Dec 9th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Layakkah Bapas Magelang Meraih Predikat WRK ?

Purworejo, Rakyatmerdekanews.com – Dalam rangka Pembanguan Zona Integrasi Menuju Wilayah Bebas dari
Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Tahun 2021 ini Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia meloloskan 477 Satuan Kerja/UPT untuk mendapatkan Predikat WBK/WBBN untuk dinilai oleh Tim Penilai Nasional (TPN) WBK/WBBM dari Menteri Pembardayaan dan Aparatur Negara. TPN menggunakan metode sampling dalam melaksanakan verifikasi lapangan yang dilakukan melalui aplikasi zoom dan verifikasi
langsung ke lapangan. TPN WBK/WBBM mengambil sampel 30 % dari keseluruhan Satuan kerja yang dinilai
yang berjumlah 143 Satker sampel.

Salah satu Unit Pelaksana Teknis yang menjadi sampel dan mendapatkan verifikasi lapangan tersebut adalah Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Magelang yang akan mewakili 70%.
Satker lain yang diusulkan untuk meraih predikat WBK /WBBM bahkan merupakan salah satu dari tiga UPT
Kemenkumham di Jawa Tengah yang mendapat kunjungan verifikasi langsung dari Tim TPN Menpan RB.

Layakkah Bapas Magelang meraih WBK? Berikut beberapa kesaksisan dari para penerima layanan yang pernah mendapatkan layanan dari Bapas Magelang.

Adalah A istri dari Warga binaan yang mengurus Penelelitia Kemasyarakatan sebagai persyaratan suaminya mendapatkan PB.

Suaminya yang berinisial NBR
saat itu menjalani pembinaan di salah satu Lapas di Jawa Barat karena tindak pidana penipuan.

A yang sudah terbiasa menstransfer untuk membantu suaminya yang sedang menjalani pembinaan di Lapas itu paham bahwasannya untuk mendapatkan layanan yang baik dirinya harus menjemput bola dalam setiap kepengurusannya A mendatangi kantor Bapas Magelang untuk melacak surat permintaan Litmas dari Lapas tempat suaminya menjalani pembinaan.

Setelah bertemu dengan petugas yang ditunjuk A meminta tolong kepada petugas dimaksud supaya Litmas untuk suaminya bisa cepat selesai saat mau pulang A menyelipkan amplop untuk petugas.

A tak menyangka ternyata PK menolak pemberian darinya seraya memberikan penjelasan kalau layanan di Bapas Magelang gratis. A masih ngotot sedikit memaksa kepada petugas, dia minta tolong supaya Litmas milik suaminya bisa selesai cepat.

Dengan simpatik petugas tersebut berjanji bahwasannya Litmas suami akan selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama dan petugas itupun menolak pemberian A.

Dua hari setelah kunjungan A ke kantor Bapas petugas tersebut membuat janji bertemu dengan A di kantor Balai desa tempat tinggal A.

Lurah ditempat A tinggal dikenal agak sulit memberikan pelayanan bagi penjamin dan rupanya petugas tersebut yang sudah beberapa kali berhadapan dengan Ibu Kepala desa
paham dan ingin membantu A supaya urusan dengan Ibu Kepala desa lancar. Walhasil segala sesuatunya berjalan lancar sehingga Litmas bisa diselesaikan tepat waktu.

A sangat bererimakasih atas pelayanan yang sangat baik yang telah diterimanya. Atas pengalamannya tersebut saat A diminta pendapat

“Layakkah Bapas Magelang meraih predikat WBK? “Layak sekali.. Selama proses hukum baru kali ini ada petugas yang menolak pemberian dan kami mendapatkan layanan yang sangat baik. “ Demikian penjelasan A.

Lain A, lain pula kisah SB klien Pembebasan Bersyarat (PB) dari Bapas Magelang dalam perkara Perlindungan Anak. SB sudah 3 bulan tidak melaksanakan apel ke Bapas Magelang. SB mengalami kecelakaan lalu lintas sehingga kakinya patah dan tidak bisa bekerja. SB tidak memiliki Android untuk melakukan apel secara daring.

Karena sudah 3 bulan tidak apel ke Bapas Magelang maka Pembimbing Kemasyarakatan (PK) mengunjungi
ke rumahnya.

Ketika dikunjungi di rumahnya PK yang saat iitu didampingi oleh Ka Subsi BKD melihat langsung kondisi SB yang berjalan dengan bertumpu pada satu kaki saat berjalan. PK tetap menyampaikan panggilan
supaya SB tetap datang ke kantor untuk melaksanakan kewajibannya. Aturan tetap harus ditegakkan,
demikian PK memberi pengarahan kepada SB. Meski tegas namun PK merasa iba melihat kondisi SB yang
sudah 3 bulan tidak bekerja dengan kondisi ekonomi yang sulit, tanpa pikir panjang mendapat layanan. (Kun)