Sun. Nov 28th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

GMBI di Karawang Bukan Bentrok Ormas, Tapi Dicegat dan Dikeroyok

Abah Zakaria Bersama Ketua Umum LSM GMBI Moch Fauzan Rachman. SE

RakyatMerdekaNews, Kota Bekasi – Ketua Distrik Kota Bekasi LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Abah Zakaria menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi di Karawang, bukan bentrokan antar Ormas seperti apa yang diberitakan beberapa media saat kejadian, tapi murni pengeroyokan dan terindikasi pembunuhan berencana.

Menurut Abah Zakaria, Sangat jelas bila kita melihat dari video yang beredar di masyarakat bahwa, anggota GMBI Distrik Rembang Jawa Tengah Korban disabet senjata tajam, ditimpuk batu, ditendang dan dipukul dengan pentungan beberapa kali di keroyok dengan sadis, biadab dan tidak berperikemanusiaan.

Hal tersebut di sampaikan kepada RakyatMerdekaNews Kamis (25/11/2021). Di sekretariat LSM GMBI Distrik Kota Bekasi.

“Korban merupakan Anggota GMBI Distrik Rembang yang sedang berada di Karawang Korban disabet senjata tajam, ditimpuk batu, ditendang dan dipukul dengan pentungan beberapa kali di keroyok dengan sadis, biadab dan tidak berperikemanusiaan. Dalam video juga tampak mobil polisi sedang diparkir si lokasi TKP. Polisi tak bisa berbuat banyak walaupun berada di lokasi,” ucap Abah Zakaria.

“Bentrokan dengan pengeroyokan itu beda. Kalau bentrokan untuk ada masa dua kubu sama kuat. Ini anggota LSM GMBI satu mobil isinya hanya 4 orang tengah melintas dicegat lalu mobilnya dihancuri orangnya dipukuli tanpa ampun oleh masa yang begitu banyak. dalam video terlihat sangat jelas ada nya seperti pembiaran dari polisi dan anggota saya Memang salah apa?,” kata Abah Kamis (25/11/2021).

Untuk itu, Abah Zakaria sebagai ketua distrik GMBI Kota Bekasi meminta Aparat Kepolisian Kapolri, Kapolda , Kapolres Karawang agar segera melakukan penangkapan kepada para pelaku yang ikut terlibat. Termasuk Pelaku Intelektual yang mengkomandoi serta pemodal dari aksi mereka karena ini adalah sebuah kejahatan dan murni perbuatan tindak pidana hingga menghilangkan nyawa orang lain yang tidak bersalah.

“Tidak ada kata damai bagi kelompok orang yang sengaja dan tega menghilangkan nyawa orang lain yang tidak bersalah. Bila perlu hukum seberat-beratnya, termasuk bagi pihak-pihak yang ikut bertanggungjawab atas pengerahan massa gabungan atau aliansi yang tidak terkontrol itu,” tambahnya.

Abah Zakaria juga mrnghimbau, kepada seluruh Anggota LSM GMBI Distrik Kota Bekasi, agar bisa menahan diri dan tidak melakukan tindakkan atau perbuatan melanggar hukum. Serahkan semua persoalan kepada pihak kepolisian sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“LSM GMBI dibentuk untuk menjaga, memelihara serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, bukan dibentuk untuk berbuat anarkis, terlebih lagi yang bertentangan dengan Pancasila dan UU Dasar 1945,” tambah Abah.

Menurut Abah Zakaria, Dalam Peraturan Organisasi (PO) GMBI, kita memiliki kewajiban untuk tetap menjaga norma, etika dan nilai-nilai moral dalam hidup ditengah masyarakat, termasuk ikut serta terlibat dalam mewujudkan tujuan negara. Utamanya adalah menjaga ketertiban dan keutuhan bangsa sebagai bentuk dari Tugas Bela Negara. (Surya)