Thu. Aug 11th, 2022

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Heboh, Sebuah Mortir Diduga Sisa Agresi Belanda Ditemukan Warga Purworejo

RMnews, Purworejo –Sebuah benda menyerupai mortir diduga bekas peninggalan perang ditemukan seorang warga di pinggir saluran irigasi Desa Langenrejo , Kecamatan Butuh , Kabupaten Purworejo, Jateng, Minggu (16/1/ 2022 )sekitar pukul 12.30 WiIB. Hal tersebut diketahui setelah adanya laporan dari Budi Setiyanto perangkat desa tersebut ke Polsek Butuh , Polres Purworejo ,Polda Jateng .

Dalam laporanya Budi Setiyanto menceritakan kepada petugas jaga bahwa saat, sedang bekerja membersihkan rumput dipinggir aliran irigasi , Amat Jumadi warga Desa Langenrejo Rt 001 Rw 001 Kecamtan.Butuh, melihat ada sebuah benda yang diduga mortir peninggalan perang, selanjutnya yang bersangkutan melaporkan kejadian tersebut kepada pihaknya selaku perangkat Desa, tentang adanya penemuan benda yang diduga mortir , ungkapnya.

Memerima laporan tersebut, secepatnya Petugas SPKT Polsek Butuh bersama Unit Reskrim dan Koramil mendatangi tempat penemuan benda tersebut dan selanjutnya memberikan Police line dam menghimbau masyarakat untuk menjauh dari tempat tersebut. Untuk menghindari segala kemungkinan Polsek dan Koramil Butuh mengadakan penjagaan dilokasi TKP.

Piket Tim Inafis reskrim dan sat intelkam Polres Purworejo yang saat itu ikut mendatangi TKP, selanjutnya melaporkan ke pimpinan untuk mendatangkan Tim Jihandak Gegana Sat Brimob Polda Jateng.

Pada hari Senin (17/1/2022) Pukul 14.00 WIB Tim Jihandak Gegana Sat Brimob Polda Jateng tiba di TKP dengan kekuatan 6 (enam ) personil menggunakan kendaraan khusus dengan di back up empat personel anggota kompi Brimob Kutoarjo dan tujuh anggota Polsek Butuh yang dipimpin Kapolsek Butuh AKP Sudjoto serta dua anggota Koramil Butuh.

Selanjutnya Tim Jihandak melakukan evakuasi terhadap benda berupa mortir dengan ukuran panjang 17 Cm, diameter 5 Cm, berat 1,5 Kg. Jenis mortar kecil tanpa ekor tersebut diangkut menggunakan mobil Khusus menuju lokasi peledakan dan pemusnahan di lapangan Desa Wareng yang berjarak sekitar 3 kilo meter. “Proses peledakan kami lakukan di pinggir lapangan desa Wareng yang jauh dari pemukiman penduduk,”jelas Sudjoto.

“Peledakan berhasil dilaksanakan dengan bunyi ledakan dan kepulan asap putih sehingga mortir berhasil di urai (dirusakan) namun selongsong masih utuh karna terbuat dari bahan baja yang sangat tebal dan keras akan tetapi tidak berbahaya. Demi keamanan selanjutnya selongsong mortar di bawa oleh Tim Jihandak Gegana Sat Brimob Polda Jateng,”pungkasnya. (Kun)