Thu. Aug 11th, 2022

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Catatan Tercecer RR ke-41, Juni 2022, Kita Berjalan Dari Taqdir ke Taqdir Bukan Kebetulan

Rakyatmerdekanews.com – Jakarta – Siapa bilang kita sukses karena usaha kita, atau kegagalan kita akibat kebodohan kita. Padahal setiap rencana seseorang, sematang apapun baik sendiri-sendiri maupun berkelompok bahkan berkonspirasi, cuma dibayangi pilihan berhasil atau gagal.

Apalagi banyak orang sesumbar bahwa kemampuannyalah yang mampu mengumpulkan banyak harta dan tahta. Mereka membusungkan dada bahwa Dunia sudah milik Mereka. Semua capaian sesuai keinginan berupa Pas-Pasan, yaitu pangan, securiti, papan, & sandang.

Sebaliknya, banyak orang minderwaardigheid. Cenderung rendah diri ketika gagal dalam kontestasi kehidupan. Menyalahkan diri sendiri sewaktu gagal dalam rumahtangga, pekerjaan, kuliah, hingga lakon-lakon lainnya. Diperparah lagi saat kegagalannya dituding akibat ulah orang lain, yang seringkali mendampingi berniat membantu.

Sungguhkah manusiawi, ataukah masuk kategori dungu-nya versi akademisi Rocky Gerung? Ternyata, sukses dan gagal-nya manusia bukan ujug-ujug sebab-akibat perbuatan para Bani Adam itu sendiri. Pun, ketika segolongan orang mengaku Warga Pilihan menepuk dada mampu mengkondisikan dunia sesuai keinginannya seperti keadaan dewasa ini; new world order.

Ternyata oh ternyata, semua itu Mengikuti Kehendak Illahi Robbi yang Idzati. Kun Fayakun sebagai Hak Prerogatif-nya Sang Khalik menjadi penentu Qodarullah perjalanan manusia, yang ditunjuk sebagai Khalifah Bumi.

Kisah kedigdayaan Raja Namrudz semasa Nabi Ibrahim, dan Raja Fir’aun semasa Nabi Musa AS, yang termaktub dalam Al-Qur’an membuktikannya. Namrudz, yang sombong mengaku Tuhan, tidak berdaya ketika Nabi Ibrahim AS baik-baik saja di tengah kobaran api; Namrudz tewas bersebab seekor nyamuk masuk hidung & bersarang dalam kepalanya.

Raja Fir’aun, yang diramal paranormal bakal mati dibunuh lalu segera memberangus setiap bayi lelaki yang dilahirkan rakyatnya itu, justru mati oleh Nabi Musa AS yang menjadi anak angkatnya; Bayi Musa dalam keranjang bakul yang dilarung ke sungai melintasi area kerajaan kemudian diambil dan diijinkan dirawat istri Fir’aun, Permaisuri Asyiah.

Fir’aun pun menginsyafi bahwa dirinya Bukan Tuhan dus membenarkan kerasulan Musa AS, sesaat meregang nyawa dan tewas tenggelam di Laut Merah, Mesir, pasca-memburu Musa AS bersama pengikutnya (QS Yunus: 90); difilmkan Ten Commandment-nya aktor Omar Syarief.

Dua kisah contoh itu bukanlah kejadian kebetulan; Namrudz ketemu Nabi Ibrahim AS, atau Fir’aun ikut merawat Nabi Musa AS. Atau, juga fakta-fakta lain hingga hari ini yang berkelindan memenuhi aneka peristiwa alam sejagat. Semua berjalan dari Taqdir satu ke Taqdir lain, mengikuti Sunnatullah. Termasuk Hari Kiamat seperti kisah film Armaggeddon. Wallahu ‘alam Bisshowab.  (RR)

 

Penulis : Rinaldi Rais , Wartawan Al-Faqir