Thu. Aug 11th, 2022

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Mendag Zulhas Ingatkan Transaksi Digital Pasar Rakyat Jangan Rusak Pasar Konvensional

Rakyat Merdeka News.Com, Jakarta —  Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, mengakui ke-64 juta usaha mikro kecil menengah menjadi potensi besar mengakselerasi transformasi digital sektor perdagangan diikuti masyarakat melek metrologi sebagai kontribusi pemulihan ekonomi nasional.

“Namun, jangan sampai digitalisasi pasar ini berimbas pada tutupnya pasar konvensional,” ujar Mendag Zulkifli Hasan, Kamis (28/7). “Artinya, ekosistem daring dibangun dan ekosistem luring dikembangkan, secara seimbang.”

Dijelaskannya, Kemendag terus bekerjasama & berkolaborasi nyata menerapkan digitalisasi di pasar rakyat dengan pelaku UMKM dan berbagai pemangku kepentingan. “Kami mengajak Pemda bidang perdagangan ikut menyosialisasikan program digitalisasi pasar rakyat kepada pengelola & pedagang pasar termasuk Program 3M,” imbau Zulhas, panggilan akrab ketua umum Partai Amanat Nasional itu.

Baca juga : Jokowi Bertolak ke Tanah Air, Ini Rangkuman Hasil Kunjungan Kerja di Tiga Negara

Kemendag tahun ini menargetkan percepatan digitalisasi 1.000 pasar rakyat & 1.000.000 pelaku usaha mikro, kecil, & menengah seluruh Indonesia. Sementara survei pemahaman masyarakat terhadap metrologi legal di 514 kabupaten/kota di 34 provinsi pada 2021 menghasilkan tingkat pengetahuan masyarakat masih level sebatas mengetahui, belum mengerti, dan peduli terhadap ukuran, takaran, serta timbangan pada saat melakukan transaksi perdagangan.

Pembukaan pasar sentra hasil bumi & produk UMKM serta Gerakan 3M di Kabupaten Serang dihadiri Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Wabup Pandji Tirtayasa, Plt Dirjen PDN Kemendag Syailendra & Dirjen PKTN, Veri Anggrijono.

Cerdas Berdaya

Di tempat sama Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Veri Anggrijono mengakui percepatan kembalinya ekonomi lokal yang mendorong pemulihan ekonomi nasional seyogyanya dibarengi masyarakat melek metrologi legal.
“Pemahaman hak & kewajiban konsumen yang cerdas berdaya terkait metrologi legal akan tercipta perlindungan konsumen dan tertib ukur sekaligus mendorong pelaku usaha yang bertanggung jawab,” ujar Veri Anggrijono.

Baca juga : Geliat Pilpres Kiai Marsudi Syuhud Diusung Jadi Wapres Ganjar Pranowo

Dirjen Veri menjelaskan Kemendag bertugas mendukung ketahanan pangan & stabilisasi harga, menjaga keseimbangan neraca perdagangan, serta memfasilitasi pembangunan/revitalisasi pasar rakyat termasuk meningkatkan transaksi perdagangan.

Sementara Direktur Metrologi Ditjen PKTN, Matheus Hendro Purnomo, menyatakan Program 3M bertujuan mempromosikan metrologi & menumbuhkembangkan budaya tertib ukur kepada masyarakat sampai tingkat konsumen cerdas berdaya.
“Gerakan 3M ini diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap ukuran, takaran, dan timbangan khususnya dalam transaksi perdagangan,” ujar Direktur Hendro. “Sesuai amanat UU nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal dan UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.”

Dicontohkannya, Kemendag telah menggelar Olimpiade Metrologi Nasional 2022 tingkat SMP/ Madrasah Tsanawiyah sederajat diikuti 312 orang dari 137 SMP/MTs dari 57 kabupaten/ kota di Bandung dalam rangka memperingati Hari Metrologi Sedunia 2022.

Kemendag juga mencatat sepanjang 2010-2019 telah membentuk 54 Daerah Tertib Ukur (DTU) atau sekitar 10,5 persen dari 514 kabupaten/kota. Sedangkan Pasar Tertib Ukur (PTU) terbentuk 1.621 pasar di 34 provinsi atau sekitar 9,99 % dari 16.213 pasar di Indonesia. Disusul telah melatih 421 juru timbang, takar & ukur yang disebar ke 107 kabupaten/kota. (Ari3f)