Thu. Aug 11th, 2022

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

ILO Bersama Kemenaker Gelar Pelatihan  E- Learning dan Game K3 di UNIDA Banda Aceh

Jakarta – Dalam menghadapi dunia yang serba digital, kita dituntut untuk beradaptasi dengan perkembanagn – perkembangan teknologi yang ada. Pekerjaan – pekerjaan di masa depan tentu tidak akan sama dengan pekerjaan yang berkembang saat ini. Untuk itu, ILO hadir bersama Kemenaker untuk menyelenggarakan Pelatihan E-Learning dan Game K3 di Universitas Iskandar Muda (UNIDA) Banda Aceh, (29/7).

Kegiatan ini sebagai upaya untuk mendorong mahasiswa ataupun masyarakat yang berada di usia produktif agar mampu memahami dan memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada, karena pekerjaan di masa depan akan sangat berkaitan dengan perkembangan teknologi.
Menurut Abdul Hakim selaku Manajer Proyek ILO setidaknya ada empat hal yang tidak bisa dipisahkan antara pekerjaan masa depan dan teknologi.

“Pekerjaan – pekerjan masa depan tidak pernah lepas dari empat hal yang terkait dengan teknologi, baik itu robotisasi, automasi, nano teknologi dan lain sebagainya”, Ujar Abdul Hakim.

Beliau menambahkan, bahwa masyarakat Indonesia khususnya yang berada pada usia produktif kerja harus memiliki pengetahuan terkait perkembangan teknologi agar lebih mudah dalam melakukan adaptasi pada dunia kerja yang akan mendatang.

“Memahami teknologi itu penting, tanpa ada pengetahuan terkait teknologi maka akan susah sekali untuk terlibat masuk ke dalam dunia kerja masa depan”, Tegasnya.

Selaras dengan hal tersebut, Direktur Bina Peningkatan Produktifitas Kemenaker RI, Ghazmahadi mengatakan bahwa berdasarkan hasil survei  membuktikan bahwa perkembangan teknologi yang paling menonjol saat ini adalahtelekomunikasi, karena semua orang menggunakannya di tiap – tiap sektor. Akan tetapi perkembangan tersebut tidak diiringi dengan pemanfaatan yang baik.

“Hasil survei saat ini menyatakan bahwa perkembangan digitalisasi belum termanfaatkan dengan baik, khususnya dikalangan pelajar dan mahasiswa. Banyak yang menggunakan handphone dengan teknologi canggih tetapi tidak dimanfaatkan untuk peningkatan kreatifitas dan produktifitas, hanya dimanfaatkan untuk scrolling, foto – foto dan lainnya. Sehingga Ketika masuk ke dunia kerja menjadi buta terhadap perkembangan digitalisasi dan tidak mampu bersaing di ranah nasional’, Ujar Ghazmahadi. (*)