Thu. Sep 29th, 2022

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Kemendag Dorong Fortiber Jadi Motor Penggerak Perekonomian Indonesia

RakyatMerdekaNews.Com, Jakarta — Kementerian Perdagangan mengisyaratkan agar Forum Tionghoa Indonesia Bersatu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi Indonesia. Menyusul keterangan Menkeu Sri Mulyani bahwa ‘awan gelap’ menyelimuti perekonomian nasional.

“Semangat kerukunan & kekompakan Fortiber diharapkan menjadi modal berharga bagi pembangunan ekonomi Indonesia,” ujar Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono, saat dikonfirmasi media, Selasa (30/8).

Karenanya Dirjen Veri mengharapkan Fortiber selaku komunitas pelaku usaha dapat berkontribusi positif dalam menggerakkan perekonomian dalam negeri. “Kami juga menghargai komitmen Bapak Ibu semuanya dalam pembangunan ekonomi bangsa serta kontribusinya dalam meningkatkan pertumbuhan eksport Indonesia,” ujarnya, saat menghadiri HUT ke-6 Fortiber di Tangerang, Banten, malam Senin (29/8).

Saat itu Veri Anggrijono mengungkap kontribusi itu terlihat dari catatan Tiongkok sebagai mitra dagang terbesar Indonesia. Pada 2021 tercatat nilai perdagangannya mencapai USD 109,99 miliar pada 2021 dimana ekspor Indonesia ke Tiongkok senilai USD 53,76 miliar dengan total nilai impor Indonesia sebesar USD 56,2 miliar.

Adapun nilai perdagangan Indonesia dengan dunia tahun 2021 sekitar USD 427,8 miliar. Tercatat surplus sebesar USD 35,42 miliar dengan eksport mencapai USD 231,6 miliar dan import sebesar USD 196,19 miliar.
Namun begitu Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, pernah mengemukakan adanya “awan gelap” menyelimuti perekonomian Indonesia berupa tekanan inflasi hingga risiko pelemahan ekonomi kendati kinerja positif terjadi pada semester I/2022.

“Kita tetap menjaga kewaspadaan tinggi karena awan tebal dan gelap dalam bentuk inflasi, kenaikan suku bunga, pengetatan likuiditas, dan pelemahan ekonomi, serta ketegangan geopolitik bahkan mulai melanda perekonomian Eropa, Amerika Serikat, dan China,” ujar Sri Mulyani pada Selasa (30/8)

Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah mendesain RAPBN secara optimisme, yakni capaian kinerja perekonomian yang baik pada semester I/2022. Pertumbuhan ekonomi kuartal II/2022 mampu mencapai 5,44 persen. “Atau termasuk tertinggi di Asean, juga inflasi di angka 4,94 persen yang relatif moderat dari negara-negara lain,” ujar Menkeu terkait jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi DPR terhadap RUU APBN 2023 & Nota Keuangannya.

Lindungi Konsumen
Di tempat terpisah, Veri Anggrijono mengharapkan Fortiber turut membuat masif program pemerintah dalam perlindungan konsumen di tengah kontribusi transaksi perdagangan nasional. Alasannya, konsumen itu linear dengan daya beli dalam transaksi perdagangan.

“Perkuatan perlindungan konsumen merupakan wujud keseimbangan dunia perdagangan karena daya beli konsumen tinggi dapat mendongkrak perekonomian daerah hingga nasional,” ujarnya, yang juga Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) itu saat dikonfirmasi media, Selasa (30/8).

Bagi Dirjen PKTN Veri, penguatan konsumen juga dapat diartikan kepercayaan masyarakat terhadap produk sehingga melancarkan transaksi perdagangan baik secara konvensional maupun secara digital atau e-commerce.

Karena itulah, sambung Veri Anggrijono, Fortiber memiliki dua langkah strategis menunjang perekonomian Indonesia. “Fortiber sebagai bagian pelaku usaha dan sebagai penunjang program pemerintah dalam melindungi konsumen,” ujarnya, yang juga Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag itu.

Untuk itu, Dirjen PKTN Veri berharap Fortiber terus berdedikasi pada upaya pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan Indonesia yang berkeadilan.”Kementerian Perdagangan akan mendukung progam-program dari Fortiber terutama dalam rangka peningkatan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya. (Ari3f)