HUKRIM  

DLHK Jaktim Kecolongan, Penimbun Oli Bekas Akui Setor Uang ke Oknum Aparat

Rakyatmerdekanews.com, Jakarta. Timbunan oli bekas berpotensi mencemari lingkungan, jelas limbah (B3) berdampak merusak ekosistem. Di duga penimbunan oli bekas untuk dikirim dan di jadikan oli palsu bermerek.

Seperti timbunan oli di Jalan Rawa Kepiting, Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur. Lokasi tempat penimbunan oli Bekas (B3) tersebut tanpa izin dan tidak memiliki Tempat Penampungan Sementara (TPS) sesuai aturan KLHK.

Dalam Hal ini jelas adanya pelanggaran. Menurut Lumpen, yang juga sebagai pemerhati lingkungan kepada rakyatmerdekanews.com “Kalau bentuknya sudah limbah maka ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi mulai dari pengangkutan hingga penimbunan,” ungkapnya, rabu (29/5/2024).

Saat rakyatmerdekanews.com mencoba mengkonfirmasi terkait kegiatan penimbunan oli bakas. “Mas kenapa ambil gambar. Saya gak suka. Disini juga ada kordinasi dengan aparat,” celoteh seorang pria kepada awak rakyatmerdekanews.com rabu (29/5/2024).

Melalui Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan Jakarta Timur, seharusnya bisa menertibkan pelanggaran limbah (B3). Atau penimbunan limbah dijadikan lahan basah bagi oknum tidak bertanggung jawab.

Masyarakat tanya, pak polisi kemana. Kok bisa kegiatan ini berjalan tanpa adanya sentuhan hukum. Melakukan perbuatan pengelolaan limbah B3 jenis oli bekas tanpa izin jelas sanksi pidana yang diberikan penjara. Dengan pidana penjara minimal 1 tahun dan maksimal 3 tahun serta denda paling sedikit 1 miliar rupiah dan paling banyak 3 miliar rupiah (Pasal 102 UUPPLH). (Romli)

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *