Inovasi Anak Bangsa, SMK Tamansiswa 2 Jakarta Lauching Mobil dan Motor Listrik

Rakyatmerdekanews.com, Jakarta – Siswa SMK 2 Tamansiswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan dan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor menunjukkan kompetensinya dengan meluncurkan mobil dan motor konversi karya mereka, mendukung program pemerintah membirukan langit lauching konversi mobil dan sepeda motor listrik., Senin (202/05/2024).

Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Kemendikbudristek, Wardani Sugiyanto mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh SMK 2 Tamansiswa, berkolaborasi dengan PT IMEV (Indo Motor Electric Vehicle serta SMK Tamansiswa Rancaekek dan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, melakukan lauching konversi mobil dan motor bertenaga listrik mengembangkan mesin berbasis bahan bakar fosil ke tenaga listrik.

“ini bagus sekali, upaya ini harus kita sambut dengan baik. transisi ke energi listrik di SMK Tamansiswa menjadi bagian dari upaya mengurangi polusi dan mengefisiensikan kebutuhan energi” paparnya.

Mulai bertahap meninggalkan bahan bakar fosil menuju energi listrik,” kata Wardani pada awak media dalam acara Launching Konversi Mobil dan Motor Listrik di Pendopo Tamis SMK 1 Tamansiswa Kemayoran Jakarta” kata Wardani kepada awak media.

Masih kata Wardani, efisiensi yang didapatkan dari transisi energi ini sangat tinggi. Yakni, kendaraan berbasis energi listrik hanya membutuhkan anggaran sekitar 20 persen dari anggaran kendaraan berbasis energi fosil.

Sehingga, negara akan bisa mengurangi subsidi BBM dan bisa dialihkan untuk membiayai sektor lain. Seperti untuk sektor pembangunan maupun infrastruktur.

Saya berharap SMK Tamansiswa 2 Jakarta tak berhenti hanya disini dan terus melanjutkan karya inovasi dan bergerak melakukan perubahan menuju transisi energi di sektor transportasi,” terangnya.

Inovasi SMK Tamansiswa 2 Jakarta ini akan menjadikan Sekolah sebagai salah satu lokasi bengkel konversi tranportasi berbasis energi fosil ke energi listrik.

akan membantu akses masyarakat pada kemudahan melakukan perubahan mesin dari mobil atau motor mereka. Kementerian ESDM juga akan turun memberikan bantuan, sekitar Rp10 juta per kendaraan untuk melakukan konversi,” ungkap Wardani.

Dirinya menambahkan, masyarakat juga tak perlu khawatir dengan perubahan menjadi mesin berbasis tenaga listrik sangat mudah dan sederhana.

Kendaraan berbasis energi fosil itu punya 5 ribu komponen. Sementara, 700 komponen, artinya, ada efisiensi pada jumlah komponen. Jadi, bisa dikatakan untuk servis dan perawatan, jauh lebih murah,” jelas Wardani.

Kedepannya, diharapkan penelitian dan riset terkait baterai bisa secepatnya menghasilkan inovasi dan bisa membuat baterai sendiri.

“Sehingga, nanti bisa diproduksi 100 persen di dalam negeri,” tandas Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Kemendikbudristek, Wardani Sugiyanto.

Disisi lain, dikesempatan yang sama Ketua Yayasan Tamansiswa Jakarta, Sri Finayani mengungkapkan, mereka masih terus melakukan penelitian terkait transisi mesin kendaraan, baik mobiln atau motor.

“Ada Lauching Mobil dan Motor Listrik ini diharapkan bisa mendukung program langit biru pemerintah.

Sebagai bentuk nyata aktifitas kegiatan belajar di SMK Tamansiswa 2 Jakarta bisa melakukan terobosan dalam penciptaan baterai di dalam negeri. Kita berharap, bisa 100 persen buatan dalam negeri, produk Indonesia,” papar Sri.

Lanjut Sri Finayani, komponen yang dibuat sendiri oleh pihak Tamansiswa sudah mendekati 50 persen.

Kita masih terus melakukan inovasi. Sehingga, bisa membantu program pemerintah dalam memitigasi dampak perubahan iklim” paparnya.

(Efendizes).

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *