Irjen Pol Purn Ronny F. Sompie Menulis Sebuah Artikel Dengan Judul Penguatan Ekonomi Rakyat Di Sulawesi Utara

Rakyatmerdekanews.com, Jakarta – Sebuah karya tulisan terus digoreskan oleh Irjen Pol Purn Ronny F. Sompie, salah satunya yang terbaru mengenai artikel Penguatan Ekonomi Rakyat Di Sulawesi Utara.

Kepada awak media Irjen Pol Purn Ronny F. Sompie dalam keterangan tertulisnya menyampaikan, awal pertama saya tertarik dengan link berita online yang dilansir Berita Manado.com yang saat itu dibagikan oleh Pak Hanny Sumakul dengan judul “Jutaan Gen Z Menganggur, Manfaat Bonus Demografi Indonesia Terancam”. Lalu saya tertarik ingin membuat sebuah goresan artikel tulisan atas pemikiran dari diri saya sendiri. “Tutur Ronny F. Sompie, Minggu (26/05/2024).

Ia pun menjelaskan, lalu saya kutip pernyataan Bapak Presiden Jokowi pada bulan Maret lalu beliau menegaskan tekad pemerintah untuk memanfaatkan bonus demografi, seraya mengatakan Indonesia memiliki kesempatan yang harus dimanfaatkan dengan baik karena 68% penduduknya berada dalam rentang usia produktif.

“Tantangan yang disampaikan Presiden Jokowi tersebut sebenarnya mencambuk kita semua sebagai rakyat Indonesia untuk menjabarkan dalam bentuk upaya bersama mencari peluang bagi sekitar 68 % penduduk Indonesia yang berusia produktif. “Ujarnya.

Lanjut Sompie, lalu saya berupaya mengutip pemikiran Tauhid Ahmad, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), yang menyebut bahwa Indonesia bisa terjebak dalam status negara berpenghasilan menengah jika tidak mampu memanfaatkan bonus demografi.

“Ini adalah kutipan pemikiran Tauhid Ahmad yang berisikan bukan hanya tidak mendorong laju perekonomian karena mereka tidak hasilkan apa-apa, tapi juga akan menjadi beban perekonomian, karena mereka tidak menghasilkan apa-apa. “Ucap Sompie dalam keterangannya

Ia pun menambahkan, sebanyak 81 ribuan orang dari total 1,31 juta angkatan kerja di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dinyatakan sebagai pengangguran pada bulan Februari 2023. Artinya ada 1,23 juta orang yang memiliki pekerjaan.

“Kalau ada rencana Reklamasi Pantai Kota Manado dengan peluang menampung tenaga kerja sekitar 30.000 orang, sebagaimana beberapa kali dijelaskan di dalam diskusi di WAG Baku Beking Pande, apakah dijamin 30.000 tenaga kerja tersebut hanya berasal dari Sulawesi Utara khususnya Kota Manado? Tentu perlu perencanaan yang baik sejak awal. “Ucap Sompie.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Sulut Asim Saputra di salah satu artikel kumparan Manado Bacirita pada tanggal 6/05/2024 menegaskan, penyerapan tenaga kerja masih didominasi oleh sektor pertanian. Dari 1,23 juta orang yang bekerja itu, ada 22,03 persen bekerja di sektor pertanian. Namun demikian, angka ini mengalami penurunan hingga 20,44 persen dibandingkan tahun 2022.

“Sektor lain yang menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan 18,60 persen dan industri pengolahan 10,89 persen,” ujar Asim.

Lanjut Asim Adapun proporsi pekerja formal mengalami peningkatan 3,74 persen dibandingkan tahun 2022, menjadi 40,86 persen atau 502,58 ribu orang.

“Namun sebaliknya, persentase penduduk yang bekerja di kegiatan informal atau berusaha sendiri mengalami penurunan, “ujar Asim.

Irjen Pol. Purn F. Ronny Sompie menjelaskan, dengan demikian setelah kita lihat apa yang sudah dikatakan Kepala BPS Provinsi Sulut bisa disimpulkan, tantangan bagi kita di Sulawesi Utara untuk meningkatkan jumlah penduduk yang bekerja di kegiatan informal atau berusaha sendiri. Kalau kita mengamati UMKM di bidang kuliner di Kota Manado cukup banyak dimiliki warga dari luar Sulawesi Utara. Demikian juga tenaga kerja yang bekerja di UMKM tersebut masih banyak dari tenaga kerja yang datang dari luar Sulawesi Utara.

“Evaluasi terhadap kesempatan bekerja di kalangan tenaga kerja produktif di Sulawesi Utara sebanyak 81.000-an sebagaimana dijelaskan Kepala BPS Sulut, perlu diupayakan dalam rangka mencari peluang terbaik bagi para tenaga kerja yang belum bekerja tersebut. “Tuturnya.

Sompie berharap kedepannya, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Utara dan Dinas Tenaga Kerja di seluruh Kabupaten dan Kota yang ada di Sulawesi Utara perlu bergandengan tangan dengan stakeholders terkait untuk memahami kendala dan berupaya mencari solusinya.

“Mapalus menjadi salah satu cara terbaik untuk mencari solusi terbaik peluang kerja bagi sekitar 81.000-an tenaga produktif yang belum mendapatkan kesempatan bekerja. UMKM di bidang pertanian mungkin bisa menjadi peluang, bila Pemda setempat juga bekerja keras untuk ikut MAPALUS.” Pungkasnya.

Ia berpesan, semoga Komite Ekonomi Rakyat Indonesia pimpinan dr Ali Mahsun Atmo, MBiomed, yg kantornya di Jakarta bisa ikut membantu membangun kekuatan ekonomi rakyat di Sulut melalui perwakilannya di Sulawesi Utara. “Tutup Ronny F Sompie.

 

(Yuyun)

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *