Kisah Seru Bhabinkamtibmas Pondok Kacang Timur Aiptu Sholeh Berbincang dengan Anak-anak Sekolah Berkebutuhan Khusus

Rakyatmerdekanews.com, Tangsel – Bhabinkamtibmas Pondok Kacang Timur, Polsek Pondok Aren, Polres Tangerang Selatan (Tangsel), menyambangi sekolah anak berkebutuhan khusus atau SKH Negeri 1 Kota Tangsel, Selasa 14 Mei 2024.

Aiptu Sholeh sengaja bertandang ke sekolah khusus yang beralamat di Jalan Raya Pondok Kacang Timur RT 01/RW 03 Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel ini untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.

Aiptu Sholeh mengaku memang selalu menyempatkan diri berinteraksi dengan masyarakat binaannya sebanyak mungkin, sesuai arahan Kapolres Tangsel AKBP Ibnu Bagus Santoso S.I.K.,M.M.,M.H, melalui Kapolsek Pondok Aren dan jajarannya.

Dalam kunjungannya, tampak Aiptu Sholeh berbincang dengan para guru dan murid juga wali murid untuk mengakrabkan diri.

Bahkan perbincangan seru terjadi di salah satu kelas yang dimasuki Aiptu Sholeh.

Saat itu suasana kelas tampak sedang santai. Murid-murid duduk tidak dalam keadaan sebagaimana sedang belajar formal. Ada yang duduk sambil belajar, ada yang duduk mengangkat kaki ke atas kursi, ada juga yang mondar-mandir.

Aiptu Sholeh masuk ditemani seorang guru perempuan. Di dalam kelas ada juga guru laki-laki yang dipanggil Pak Agus. Kemudian satu per satu Pak Agus mengajak murid-murid bersalaman dengan sang Bhabinkamtibmas.

“Polisi, ya?” tanya salah satu murid. Namun Aiptu Sholeh sepertinya tidak mendengar. Murid yang kemudian mengenalkan diri sebagai Iwan itu pun harus mengulang pertanyaannya.

“Polisi, ya? Polisi?” tegasnya.

“Iya,” jawab Aiptu Sholeh segera seketika mendengar pertanyaan itu.

“Nangkap orang?” tanya Iwan lagi sambil kedua tangganya dikepal dan diangkat di depan dada memperagakan seolah-olah sedang diborgol.

“Iya,” jawab Aiptu Sholeh lagi dengan ramah.

Para murid mendadak bertepuk tangan heboh, bahkan ada yang sambil jingkrak-jingkrak, seolah-olah mereka sedang dikunjungi sesosok pahlawan super.

“Kamu mau ditangkap?” canda Aiptu Sholeh.

“Gak mau!” jawab Iwan sengit, diikuti tawa teman-temannya.

“Kamu lagi ngapain, belajar?” tanya Aiptu Sholeh sambil menepuk lembut punggung Iwan.

“Iya,” jawab Iwan.

“Biar pintar, ya,” Aiptu Sholeh mendoakan.

“Pak, maaf, ini handphone, ya?” tanya Iwan lagi, yang juga berhasil memecah gelak tawa teman-temannya.

“Ini namanya HT,” jelas Aiptu Sholeh sambil menunjuk alat yang digantungkan di kantong kiri baju seragamnya.

“Ini Aulia,” kata Iwan kemudian mengenalkan temannya yang ketawa paling keras dan yang tadi jingkrak-jingkrak.

Sejurus kemudian, satu per satu teman-temannya yang lain juga diperkenalkan kepada sang Bhabinkamtibmas yang hari itu menjelma bak pahlawan super tersebut, ada Awan, Alex, Willy, dan Sultan. Aiptu Sholeh kemudian pamit.

Selain itu, Aiptu Sholeh juga menyempatkan diri berinteraksi dengan wali murid yang mengantar atau menjemput.

Saat hendak bersalaman dengan salah satu anak yang saat itu sedang bersama ibunya, Aiptu Sholeh bukannya mendapat uluran tangan, tapi malah diajak pasang sikap hormat dengan tangan ditempelkan di pelipis.

Seketika itu juga Aiptu Sholeh langsung mengambil sikap hormat dengan berdiri tegak, kemudian baru bersalaman.

“Dia memang senang banget kalau ketemu Pak Polisi,” jelas ibunya.

Apa yang dilakukan Aiptu Sholeh itu mendapat apresiasi tinggi dari Kapolres Tangsel AKBP Ibnu Bagus Santoso S.I.K.M.M.,M.H., dan Kapolsek Pondok Aren Kompol Bambang Askar Sodiq.

Menurut Kompol Bambang AS, kisah seru tersebut merupakan bentuk kecintaan seorang Bhabinkamtibmas Aiptu Sholeh terhadap para murid yang berkebutuhan khusus.

“Kami bangga kepada jajaran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama Pak Soleh yang rajin menyambangi murid berkebutuhan khusus agar mereka pun lebih dekat dengan sosok polisi, hal tersebut sejalan dengan kebijakan Kapolres Tangerang Selatan ” ungkap Kompol Bambang AS.

Apalagi, jelas Kompol Bambang AS, pola pendekatan yang dilakukan Aiptu Sholeh berhasil menunjukkan bahwa polisi teman masyarakat yang tidak perlu ditakuti.

“Dulu, saat kita kecil, sering melihat orang tua saat menyuapi anaknya pasti menampilkan polisi sebagai figur yang ditakuti sehingga anak tersebut mau makan, tetapi sekarang figur seorang anggota Polri bukan untuk ditakuti tapi kehadirannya menjadi penyejuk suasana di masyarakat,” katanya.

Kompol Bambang AS yakin, selama anggota Polri terus berbuat kebaikan, banyak masyarakat yang mendoakan institusi Polri, khususnya personelnya, agar sehat selalu, panjang umur, dan terus memberikan pelayanan terbaik sebagai standar tertinggi dalam pelayanan publik.

“Semoga apa yang dilakukan Pak Soleh menjadi inspirasi bagi Bhabinkamtibmas di daerah lainnya,” harap Kompol Bambang AS.

“Tuhan tidak tidur melihat kebaikan hamba-Nya,” tambahnya.

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *