Libatkan Semua Unsur, Polres Purworejo Deklarasikan Zero Knalpot Brong

Rakyatmerdekanews.com, Purworejo – Dalam rangka mewujudkan Situasi Kamtinmas yang kondusif pada Pemilu Damai 2024, Polres Purworejo menggelar ‘Deklarasi Jateng Zero Knalpot Brong, Minggu (14/01/2024), bertempat di jalan Proklamasi, depan kantor Bupati Purworejo.

Deklarasi yang dikemas dalam bentuk apel bersama tersebut diikuti unsur TNI, Polri, Pelajar, Senkom, Dishub, Satpol PP serta komunitas motor/mobil. Bertindak selaku pemimpin apel Wakapolres Purworejo Kompol Fadli yang mengawali dengan membacakan pengucapan naskah deklarasi yang diikuti semua peserta.

Adapun isi dari deklarasi itu adalah bahwa Kami seluruh elemen di Jateng mendukung penuh upaya Polri dalam mewujudkan Jateng Zero Knalpot Brong, turut berperan aktif dalam mensosialisasikan larangan penggunaan knalpot brong, senantiasa mematuhi segala peraturan lalu lintas di jalan raya, serta bersama-sama mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif dalam rangka pemilu damai 2024.

Usai pengucapan Deklarasi, dilanjutkan dengan penyerahan knalpot brong oleh perwakilan kepada pimpinan apel. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi oleh elemen masyarakat, meliputi Kapolres, Bupati, Dandim, Ketua PN, Kepala Kejaksaan, Danyon 412, FKUB, KPU, Bawaslu, MUI.

Sub Denpom Purworejo, Brimob , Jasa Raharja, Kesbangpol, Dishub, Satpol PP, Dinas Pendidikan, UMPurworejo, wartawan, pelajar, mahasiswa, pedagang, kepala sekolah SMA/SMK, komunitas mobil/motor, komunitas bengkel, Tim Paslon 01, Tim Paslon 02, Tim Paslon 03 serta unsur partai peserta pemilu.

Dalam kesempatan tersebut Kompol Fadli menjelaskan, bahwa deklarasi Jateng Zero Knalpot Brong ini dilakukan secara serentak. Dalam hal ini, pihaknya melibatkan para komunitas, pelajar, serta turut diundang Forkompinda untuk menyampaikan Ikrar Jateng Zero Knalpot Brong.

“Hingga saat ini kita telah berhasil mengamankan dan menyita ribuan knalpot brong di wilayah hukum Polres Purworejo,” ungkap Wakapolres.

Lebih lanjut Dia menyebut semua berikrar bersama, dari komunitas, turut pengguna, parpol dan para pendukung paslon dalam rangka mendukung pelaksanaan kampanye terbuka pada saat pemilu damai.

“Kita bersama-sama tertib dalam berkendara, berkampanye atau tertib berlalu lintas tanpa knalpot brong,” tandasnya.

“Penertiban knalpot brong bukan karena dilatarbelakangi oleh peristiwa yang terjadi di Boyolali, melainkan sudah aturan lalu lintas, dimana kendaraan yang tidak sesuai dengan peruntukannya berarti sudah menjadi pelanggaran lalu lintas.

Penertiban dalam arti melihat masyarakat pengguna, tidak hanya penindakan tapi juga mengadakan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat khususnya kepada pengendara, pelajar, ataupun masyarakat yang menggunakan knalpot brong agar mengembalikan kendaraan sesuai standarnya. Untuk knalpot yang telah disita, nantinya akan ada acara pemusnahan knalpot brong bersama dengan Forkompinda dan bersama elemen masyarakat, untuk mendukung deklarasi anti knalpot brong,” pungkasnya.

(Kun).

 

 

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *