Melalui Zoom Meeting Bupati Bengkalis Kasmarni Ikuti Pencanangan Gerakan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting

Rakyatmerdekanews.com, Bengkalis – Bupati Kasmarni diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Bustami HY didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bengkalis Hj. Siti Aisyah mengikuti Zoom Meeting Pencanangan gerakan pengukuran dan intervensi serentak pencegahan stunting tingkat Provinsi Riau Tahun 2024 di Kabupaten Bengkalis, bertempat di Posyandu Nenas 1 Desa Wonosari Barat Kecamatan Bengkalis, Kamis (13/06/2024).

Acara yang di buka langsung oleh Pj. Gubernur Riau S. F Hariyanto diikuti Bupati/Walikota Se-Provinsi Riau dan Ketua TPPS Se Provinsi Riau.

Pada kesempatan tersebut Bustami memaparkan adapun gerakan bulan penimbangan serentak Se- Kabupaten Bengkalis, tanggal 13 Mei 2024, kegiatan tersebut merupakan komitmen pemerintah Kabupaten Bengkalis mendukung gerakan intervensi serentak dan upaya percepatan penurunan stunting.

“Sebagaimana yang diperintahkan Bupati Bengkalis bahwa kepada seluruh camat, puskesmas, desa/kelurahan serta pihak-pihak terkait untuk melakukan penimbangan serentak terhitung 1 Juni – 30 Juni 2024, diharapkan kepada TPPS kabupaten untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut dilapangan serta menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan kepada bupati setelah kegiatan itu selesai dilaksanakan”, kata Bustami.

Dijelaskan Bustami, kegiatan ini tentunya tidak hanya sebatas melakukan pengukuran kepada sasaran calon pengantin, ibu hamil dan balita secara menyeluruh dan melaporkan secara realtime, namun juga perlu upaya lebih lanjut yaitu intervensi pada sasaran yang berisiko stunting.

“Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah menyusun rumusan-rumusan kebijakan dan strategi penanganannya, salah satu yang sudah berjalan dan akan terus berlanjut yaitu dengan skema pemerintah desa menjadi bapak asuh anak stunting melalui anggaran bantuan keuangan khusus bermasa 1 milyar 1 desa, melalui program tersebut 1.454 balita stunting dengan keberhasilan 60,18 persen yaitu sebanyak 875 anak berubah status gizinya,” ungkapnya.

Selanjutnya berdasarkan perintah Bupati Bengkalis sebagai bentuk komitmen, bahwa kegiatan ini tidak berhenti dibulan Juni ini saja namun akan berlanjut minimal sampai dengan Desember tahun 2024 dan selanjutnya kami tentu akan susun kebijakan lebih lanjut. Pungkasnya.

Usai mengikuti zoom meeting, Staf Ahli H. Bustami HY didampingi Ketua TP-PKK Hj. Siti Aisyah langsung meninjau kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting. Kegiatan ini diikuti oleh calon pengantin, ibu hamil, bayi dan balita yang ada di Posyandu Nenas 1.

Sambil menyaksikan pengukuran tinggi badan kepada balita, H. Bustami HY mengatakan, pelaksanaan gerakan intervensi serentak pencegahan stunting ini dapat mendeteksi dini masalah gizi, memberikan edukasi pencegahan stunting kepada seluruh sasaran dan melakukan intervensi segera bagi sasaran yang memiliki masalah gizi serta meningkatkan kunjungan cakupan sasaran ke Posyandu.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Hj. Siti Aisyah juga ikut memastikan bahwa gerakan intervensi serentak pencegahan stunting ini wajib diikuti oleh semua calon pengantin, ibu hamil, bayi dan balita, tidak hanya dilakukan di Posyandu Nenas 1, tetapi juga se-Kabupaten Bengkalis.

“Nantinya akan dilakukan penimbangan Berat Badan, Pengukuran Lingkar Lengan dan Lingkar Kepala, Tinggi Badan serta akan dilakukan intervensi sesuai dengan Tata laksana kasus yang ditemui” jelasnya.(rls/FN)

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *