HUKRIM  

Mercon dan Perang Sarung Fenomena Ramadhan Harus Dihindarkan

Mercon dan Perang Sarung Fenomena Ramadhan Harus Dihindarkan

Magelang – Masyarakat Borobudur Kabupaten Magelang diajak untuk menghindari fenomena negatif yang biasa muncul setiap bulan Ramadan, yaitu mercon dan perang sarung. Masyarakat terutama kaum muda diimbau untuk tidak memproduksi, menjualbelikan, mengedarkan atau menyalakan petasan atau mercon, serta menghindari perang sarung dan tawuran.

Ajakan dan imbauan itu disampaikan Kapolsek Borobudur Polresta Magelang, AKP Marsodik, S.H. saat menghadiri acara Musyawarah Desa (Musdes), untuk penetapan dan pengesahan APBDes Borobudur Tahun Anggaran 2024. Kegiatan yang digelar di Aula Balai Desa Borobudur htersebut dihadiri oleh pejabat Forkopimcam Borobudur dan Perangkat Desa Borobudur, Selasa (19/03/2024).

AKP Marsodik mengatakan, tahun lalu sudah banyak korban akibat bermain petasan, tidak hanya berakibat luka-luka, namun bahkan sampai menelan korban jiwa.

“Sehingga jangan sampai terulang, untuk itu jangan bermain-main dengan petasan atau mercon. Karena selain mengganggu kenyamanan masyarakat, mercon dapat mengancam keselamata diri dan orang lain,” ujar AKP Marsodik.

Kapolsek Borobudur menegaskan fenomena yang muncul setiap bulan Ramadan adalah perang sarung. Pemuda, remaja, bahkan anak-anak diajak untuk tidak melakukan perang sarung dan tawuran, terlebih menggunakan senjata tajam (sajam).

“Perlu diketahui, dalam tiga bulan terakhir ini di wilayah Kabupaten Magelang, beberapa kali terjadi tawuran antarkelompok remaja dengan bersenjata tajam maupun sarung yang diberi beban benda keras,” kata AKP Marsodik.

Disebutkan Kapolsek, pada hari Rabu tanggal 13 Maret 2024 subuh, nyaris terjadi perang sarung di Jalan Raya Desa Kembanglimus, Borobudur. Adapun yang terlibat merupakan remaja pelajar SMP. Atas kejadian tersebut para pelaku dikumpulkan polisi untuk dilakuknan pembinaan, sekaligus orang tua mereka dipanggil beserta kepala desanya.

“Saya tegaskan warga Borobudur jangan bermain petasan dan terlibat tawuran dalam bentuk apa pun. Dengan tujuan utama menjaga keamanan, kenyamanan, dan kekhusyukan beribadah selama Bulan Suci Ramadan,” tegasnya.

Dikatakan, para pelaku tawuran antar-kelompok remaja pada awalnya saling tantang melalui media sosial (Medsos) seperti Instagram (IG). Sehingga, Kapolsek Borobudur pun mengajak masyarakat untuk bijak menggunakan Medsos.

Ditegaskan, sebagai aparat wilayah, para anggota Polsek dan Koramil Borobudur siap membantu para orang tua dalam pembinaan anak.

“Kepolisian melalui Bhabinkantibmas dan Koramil melalui Babinsa siap membantu orang tua dalam membina anak. Kami mengharap warga masyarakat tidak bermasalah dengan hukum. Mari bersama-sama menciptakan situasi aman, nyaman dan kondusif di wilayah Borobudur,” ajak AKP Marsodik. (Ikh)

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *