HUKRIM  

Nekat Setubuhi Gadis Dibawah Umur Pemuda Ini Diancam 15 Tahun Penjara

Rakyatmerdekanews.com, Purworejo, – FSWR(33) warga Kledung,Banyuurip, berhasil diringkus Satuan Reserse Kriminal Polres Purworejo. Dia ditangkap karena diduga telah melakukan persetubuhan terhadap seorang gadis di bawah umur. Hal itu di ungkapkan Kapolres Purworejo

AKBP. Eko Sunaryo, S.I.K., M.K.P. saat konfrensi pers, Kamis(9/5/2024) di loby mapolres Purworejo.

“Setelah sekian lama pelaku berkenalan dengan korban, intens ngobrol pas ketemu, kemudian berlanjut melalui chat dan keduanya berpacaran. Dari hubungan inilah kemudian terjadi persetubuhan beberapa kali hingga akhirnya diketahui oleh orang tua korban,” jelas Kapolres.

Diketahui kejadian persetubuhan tersebut terjadi pada Senin tanggal 11 Maret 2024 sekitar pukul 08.00 Wib. Pada saat itu pelaku mengajak anak korban “BUNGA” untuk bermain kerumah pelaku yang dalam keadaan sepi karena kedua orang tuanya sedang pergi.

“Pelaku mengajak “BUNGA” ke rumahnya yang dalam keadaan sepi. Kemudian dengan segala bujuk rayunya, pelaku akhirnya menyetubuhi “BUNGA” untuk melampiaskan nafsu birahinya. Sebelum kejadian ini, pelaku pernah menyetubuhi “BUNGA” di bulan Februari 2024 lalu” jelas Kapolres Purworejo.

Seminggu setelahnya, perbuatan pelaku diketahui oleh ayah “BUNGA”. Saat itu ayah “BUNGA” memeriksa HP korban dan mencurigai pelaku “FSWR”. Hingga akhirnya “BUNGA” mengaku pada ayahnya bahwa “FSWR” merupakan pacarnya dan ia telah disetubuhi sebanyak dua kali.

Tak hanya pelaku, petugas Polres Purworejo juga mengamankan beberapa barang bukti yakni satu potong kaos pendek warna putih, satu potong tank top warna hitam putih, satu potong celana dalam warna krem, satu potong celana panjang warna abu-abu, satu potong kaos panjang warna abu-abu, satu potong celana jeans panjang warna biru, satu potong miniset warna putih, satu buah krim penghilang mata panda merek true to skin eyes on dan Hasil Visum Et Repertum.

Akibat perbuatannya, Terhadap tersangka dipersangkakan Pasal 81 ayat (2) Undang-UndangNomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PERPU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

“Kejahatan moral terhadap korban anak tentu dapat dicegah diantaranya adalah dengan pengawasan terhadap anak yang lebih proporsional, memberikan bekal ilmu agama yang cukup terhadap anak, mengawasi lingkungan pertemanan anak, serta kontrol penggunaan media sosial oleh anak” himbau Kapolres Purworejo.(Kun)

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *