HUKRIM  

Pelaku Pembacokan di Mertoyudan diringkus Satreskrim Polresta Magelang

Pelaku Pembacokan di Mertoyudan diringkus Satreskrim Polresta Magelang

MAGELANG – Petugas Satreskrim Polresta Magelang Polda Jawa Tengah berhasil mengamankan 4 (empat) Pelaku pembacokan di wilayah Mertoyudan, Kabupaten Magelang pada Minggu (31/12/2023) malam. Pembacokan dilakukan terhadap 5 (lima) Korban dalam peristiwa yang dipicu sebuah tantangan tawuran melalui Live Instagram (IG).

Hal itu dipaparkan Kapolresta Magelang Polda Jawa Tengah Kombes Pol Mustofa, S.I.K., M.H. dalam Konferensi Pers di Media Center Mapolresta setempat, Rabu (03/01/2024). Turut mendampingi Kasat Reskrim Kompol Rifeld Constantien Baba, S.I.K., M.H. dan Kanit PPA Satreskrim Polresta Magelang AKP Zubaedah.

Dalam kasus ini melibatkan 4 (empat) Pelaku, masing-masing Tersangka 1 Anak DNA (16 Tahun), Tersangka 2 Anak BS (15 Tahun), Tersangka 3 MES (18 Tahun), dan Tersangka 4 KNW (18 tahun). Dengan 5 Korban laki-laki, yaitu Korban 1 Anak KBN, Korban 2 Anak MR, Korban Anak LS, Korban 4 Anak MDF, dan Korban 5 Anak EVRF.

Dipaparkan Kapolresta Magelang, kejadian perkelahian bermula dari adanya tantangan melalui Live Instagram (IG) yang dilakukan oleh Korban 1 Anak KBN dengan kelompok Korban kemudian ditonton dan disetujui oleh kelompok Tersangka 1 Anak DNA dan Tersangka 2 Anak BS. Mereka pun sepakat untuk melakukan fight/tawuran malam itu.

Selanjutnya Tersangka 1, Tersangka 2, Saksi 1, Saksi 2, Saksi 3 beserta beberapa orang lainnya yang sebagian membawa senjata tajam, menunggu kedatangan kelompok Korban di jalan raya depan Pasar Japunan Mertoyudan. Kemudian rombongan dari Korban 1, Korban 2, Korban 3, Korban 4, Korban 5 dan beberapa orang lainnya, sebagian juga membawa senjata tajam datang menuju ke TKP 1, depan Pasar Japunan.

“Kemudian terjadilah tawuran antar-kelompok. Tersangka 1 melakukan pembacokan terhadap Korban 2, kemudian dilanjutkan melakukan pembacokan terhadap Korban 3. Begitu pula dengan Tersangka 2 juga melakukan pembacokan terhadap Korban 4 kemudian dilanjutkan melakukan pembacokan terhadap Korban 5,” tutur Kombes Pol Mustofa.

Selanjutnya Korban 1 berlari menuju ke arah Jogja, dikejar oleh Tersangka 1 sampai di TKP 2, dekat RSD Merah Putih, Tersangka 1 melakukan pembacokan terhadap Korban 1.

“Selanjutnya masing-masing kelompok membubarkan setelah didatangi petugas Polresta Magelang,” lanjutnya.

Akibat peristiwa itu kelima Korban mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di RSUD Merah Putih. Korban Anak MR menjalani operasi bagian punggung, Korban Anak LS dan Anak EVRF menjalani perawatan, dan Korban Anak DNA dan Anak MDF menjalani rawat jalan.

Sementara terhadap Tersangka Anak DNA disangkakan Pasal 2 Ayat (1) UURI No. 12 Tahun 1951 Tentang Undang-Udang Darurat dan atau Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Serta Pasal 2 Ayat (1) UURI No. 12 Tahun 1951 Tentang Undang-Undang Darurat dan atau Pasal 80 UURI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Terhadap Tersangka Anak BS disangkakan Pasal 2 Ayat (1) UURI No. 12 Tahun 1951 Tentang Undang-Udang Darurat dan atau Pasal 80 UURI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 351 KUHP, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Satreskrim Polresta Magelang terlus melakukan pengembangan terhadap provokator dalam Live IG menggunakan akun “Loz Atos” yang memicu terjadinya perkelahian antara dua kelompok dan melakukan pengembangan terhadap Pelaku lain yang menggunakan senjata tajam.

“Memang ada Restorative Justice, namun pihak kami akan mengedepankan proses penegakan hukum yang berlaku. Mengingat kejadian seperti ini telah terjadi secara berulang-ulang di wilayah hukum Polresta Magelang,” tegas Kombes Pol Mustofa.

Kapolresta Magelang menandaskan bahwa perlu pengawasan ketat orang tua terhadap anak-anaknya.

“Dalam beberapa kejadian tawuran, para Pelaku sebagian besar masih berstatus pelajar, maka ketika di luar jam pelajaran sekolah, anak-anak menjadi tanggung jawab orang tua,” pungkas Kapolresta Magelang Kombes Pol Mustofa. (Ikh)

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *