Pemda Kab.Bogor Berikan Penyuluhan Hukum Terpadu Tahun 2023 Di Desa Cipelang

Rakyatmerdekanews.com – Kabupaten Bogor – Dalam rangka meningkatkan kesadaran hukum di masyarakat pemerintahan daerah ( Pemda ) Kabupaten Bogor berikan penyuluhan hukum terpadu didesa Cipelang Kecamatan Cijeruk Selasa ( 22/8 ) di aula desa Cipelang

Penyuluhan hukum terpadu dihadiri oleh Kepala Desa Cipelang, Camat Cijeruk, Tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat Cipelang serta beberapa narasumber dari pengadilan negeri, pengadilan agama, Kejari Kabupaten Bogor, Setda, BPN, BPK Kab.bogor, UPT Bapenda

Camat Cijeruk Bangun SEPTA Siswa mengatakan, Hari ini kegiatan hukum terpadu yang difasilitasi oleh bagian hukum, tujuannya untuk mensosialisasikan produk – produk hukum yang ada di baik dari kejaksaan lalu juga dari pengadilan agama dan juga dari BPN serta UPT pendapatan daera ( Bapenda ) Hari ini kegiatan hukum terpadu yang difasilitasi oleh bagian hukum, tujuannya untuk mensosialisasikan produk – produk hukum yang ada di baik dari kejaksaan lalu juga dari pengadilan agama dan juga dari BPN serta UPT pendapat daerah ( Bapenda ) dan yang menyelenggarakan dari Pemda bantuan hukum,” ujarnya

Masih menurut Bangun, Penyuluhan hukum terpadu ini agar masyarakat sadar hukum, bahwa ada hukum – hukum yang melindungi warga negara., Bangun berharap, Dengan kegiatan ini tentunya diharapkan masyarakat Kita lebih sadar hukum, lebih menaati hukum dan hukum itu dibentuk untuk terwujudnya ketentraman dan ketertiban diwilayah,” tukasnya

Ditempat yang sama Harry H.Akbar bagian kerjasama dan bantuan hukum Setda Kabupaten Bogor menyampaikan, Pelaksanaan kegiatan ini sebenarnya sudah dilakukan sebelum tahun – tahun berikutnya, jadi sekarang rangkaian kegiatannya ini dilakukan untuk tahun 2023 dan dilaksanakan di 5 Kecamatan, Sukaraja, Megamendung, Cigombong, Caringin dan terakhir dikecamatan Cijeruk dan dikecamatan Cijeruk ini ada 3 desa, Cipelang, Cipicung dan desa Cijeruk.

Untuk pelaksanaan kegiatan Kita mengundang dari beberapa narasumber diantaranya pengadilan negeri, pengadilan agama, BPN, Bapenda dan diacara ini juga ada acara tanya jawab dimana tanya jawab tentang permasalahan sekitar yang ada dimasyarakat, baik itu yang berkaitan dengan masalah perkawinan, masalah pertanahan, masalah pidana umum dan proses – proses di pengadilan seperti apa seperti itu dan sebelumnya memang kita sudah sampaikan bahwa biasanya yang paling menonjol di satu desa itu permasalahannya apa ?,” terangnya

Harap Harry, Pelaksanaan kegiatan visi misi dari Kabupaten Bogor untuk mencerdaskan masyarakat jadi diharapkan masyarakat khususnya masyarakat didesa dapat memahami terkait permasalahan – permasalahan hukum yang ada., Dan penyuluhan hukum terpadu ini sifatnya lebih umum tidak spesifik jadi hanya misalkan dari narasumber oleh BPN biasanya tanda daftar pertanahan, ptsl apapun yang permasalahan di ptsl terlepas daripada nanti adanya pertanyaan – pertanyaan yang disampaikan oleh masyarakat selama itu teman – teman dari BPN bisa menyampaikan mungkin akan segera dijawab dan biasanya mereka akan lebih membantu dalam hal ini kalau memang misalkan ada kegiatan yang harus dibantu biasanya teman – teman didesa melalui pemerintahan desa dan kecamatan bisa langsung menghubungi narasumber langsung dikantornya seperti itu dan kesimpulan dari penyuluhan ini masih banyak permasalahan – permasalahan hukum yang ada dimasyarakat terkait itu hukum perkawinan maupun pertanahan jadi masih banyak teman – teman khususnya di daerah Cipelang yang ternyata masih terkendala permasalahan – permasalahan hukum atau kurangnya informasi hukum yang diterima oleh masyarakat makanya Kami dari pemerintah Kabupaten mencoba untuk memberikan narasumber yang bisa menyampaikan apa saja sih yang terkait permasalahan hukum penyelesaiannya seperti apa ya menampung aspirasi masyarakat di masalah hukum dan kami pun dari pemerintah kabupaten sudah mencatat apa – apa dan nanti akan kita sampaikan kepimpinan dan disampaikan ke SKPD terkait,” tegasnya

Narasumber BPN Taufik Haryono kasi penataan dan pemberdayaan tanah mengatakan, Intinya Kita dalam penyuluhan terpadu ini memberikan pemahaman hukum kalau di BPN terkait kewajiban pemilik tanah untuk menjaga tanahnya, memasang patok batas, mensertifikatkan tanahnya karena ini adalah dokumen hak kepemilikan yang diakui secara hukum dan kalau misalkan terjadi permasalahan pertanahan ya ada alur hukumnya seperti apa?., Akan ditinjau kembali dan BPN hanya sebagai saksi ahli, bagaimana terkait dengan masalah produk sertifikat yang diterbitkan ini apa ada unsur salah prosedur ?., Apakah ada pemalsuan dan ini menjadi ranahnya kepolisian,” terangnya.

Lebih lanjut Taufik mengatakan, Jadi Kita memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mensertifikatkan tanahnya agar memberikan kepastian hukum dari kepemilikan atas tanahnya dan kedua memasang patok batas karena ini salah satu gerakan yang telah dicanangkan oleh BPN namanya Gemapatas artinya gerakan pasang patok batas bidang tanah dengan slogannya pasang patok, anti cekcok, anti caplok,” tandasnya

Terkait permasalahan lahan yang ada diwilayah desa Cipelang Taufik mengatakan, Memang antara penjual, pembeli dan masyarakat melapor kepada Kami., Kami belum melakukan kegiatan apa – apa terhadap hak – hak keberatan mereka, silahkan selesaikan diluar, ini belum ranah Kami belum ranah BPN, kalau sudah clear and clean kaitan dengan masalah hak, masalah tanahnya baru daftarkan ke Kami., Jadi itu diluar ranah Kami, kalau permasalahan ada garapan dalam hal ini ya nanti juga bisa menyampaikan hal ini kepada pihak – pihak yang berkepentingan disitu kalau BPN hanya urusan administrasi saja ya kalau ranah itu silahkan, yang Kita harapkan sih sebetulnya bisa terselesaikan dengan baik jadi silahkan selesaikan saja antar pihak dengan baik, dengan musyawarah,” pungkasnya

Masih ditempat yang sama kepala desa Cipelang Kiki Sukiwan mengatakan, Kegiatan hari ini Selasa 22 Agustus Alhamdulillah desa Cipelang terpilih menjadi tempat penyuluhan hukum terpadu yang mana masyarakat kurangnya pengetahuan tentang hukum, makanya Kami Alhamdulillah mendapat atau menjadi tempat penyuluhan hukum terpadu dimana kegiatan ini bisa dihadiri oleh, Setda Kabupaten Bogor, BPN, pengadilan negeri, pengadilan agama, Kejari, Polres, BPK Kabupaten Bogor, UPT Bapenda, dan Camat Cijeruk dan penyuluhan hukum terpadu ini penyelenggaranya dari Pemda Kabupaten Bogor Desa Cipelang hanya memfasilitasi tempat saja,” kata Kiki.

Masih kata Kiki, Diwilayah Desa Cipelang ini masih banyak lahan garapan atau ex HGU menjadi HGB dimana tadi sudah disampaikan atau ditanyakan oleh masyarakat ke narasumber terkait HGB – HGB yang ditelantarkan oleh PT yang kebetulan saat ini sedang dimanfaatkan oleh masyarakat, Untuk keterkaitan dengan adanya narasumber dari BPN dalam penyuluhan disini sangat penting, dimana didesa Cipelang ini banyak lahan – lahan yang memang ditelantarkan oleh PT – PT makanya warga Cipelang yang memanfaatkan atau yang menggarap itu seandainya nanti akan dipakai oleh pemilik atau kalau memang ada aturan untuk bisa dimohon Kami sangat senang., ya Kalau memang bisa adanya permohonan atau pun penggarap yang diganti rugi atau kerohiman,” jelasnya

Lanjut Kiki, Harapan Kami sebagai kepala desa dengan adanya penyuluhan hukum terpadu ini dari beberapa narasumber adanya sadar hukum dimasyarakat bisa meningkat lagi., Adapun adanya pertanyaan dari masyarakat terkait lahan yang akan dipakai oleh PT atau pemilik yang berupa HGB, yang Kami ketahui masyarakat hanya memanfaatkan saja, menggarap saja dan jika lahan tersebut akan dipakai oleh perusahaan jika ada dari perusahaan kerohiman atau ganti rugi itu dengan si pemilik tanah atau pemilik lahan dan Kami mohon, Kami harap itu bisa diganti rugi karena lahan yang dimanfaatkan oleh masyarakat atau yang digarap oleh masyarakat itu mereka juga menggunakan biaya., Ada pupuknya, ada yang kulinya, ada bibitnya yakni menanam bibit mereka harus, penting diperhatikan dan kalau memang itu ada untuk masyarakat siap sesuai dengan data yang sudah disampaikan., Ketika ditanya terkait masalah PT CSA Kiki mengatakan, Harapan Kami untuk pemilik lahan yang mau diaktifkan kembali atau mau dipakai oleh pemilik harapan Kami tolong perhatikan penggarap yang memanfaatkan lahan yang ditelantarkan awalnya,” tutup Kiki ( Eddy W )

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *