HUKRIM  

Seorang Petani Tega Perkosa Adik Ipar Lantaran Tak Mampu Kendalikan Nafsu Syahwatnya

Rakyatmerdekanews.com,Purworejo – Gara-gara tidak bisa mengendalikan nafsu syahwatnya saat melihat kemolekan adik iparnya H(50) warga Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang berprofesi sebagai seorang petani menjadi gelap mata dan tega menggaulinya.Hal itu tersebut diungkap lewat pers rillis yang digelar di loby Mapolres Purworejo, Rabu(21/2/2024).

Dalam keteranganya didepan awak media Kapolres Purworejo AKBP Eko Sunaryo mengatakan bahwa, kejadian pemerkosaan yang dilakukan oleh pelaku, karena dipicu oleh nafsu syahwatnya yang tak bisa dikendalikan setiap kali melihat adik iparnya yang aduhai,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kapolres Purworejo, mengungkapkan bahwa tersangka H merupakan seorang petani dan kakak ipar dari korban. Kejadian tragis tersebut terjadi di sebuah hutan kampung dekat rumah korban, yang juga merupakan tetangga tersangka, pada hari Sabtu, (6/1/2024), sekitar pukul 08.30 WIB.

“Bahwa saat itu, korban yang sedang mencari rumput untuk ternaknya di hutan. Tersangka, mengetahui bahwa korban sedang sendirian dan suasana sekitar sepi, dengan tiba-tiba pelaku merasa terangsang dan melakukan pemerkosaan. Tindakan tersebut dilakukan dengan ancaman dan paksaan, dimanfaatkan saat korban berada dalam keadaan yang tak berdaya.” Ungkap Kapolres.

Pada saat melancarkan aksi bejatnya, tersangka mendekap korban dari belakang, selanjutnya membekap mulutnya, dan memaksa korban melepaskan pakaiannya. Meskipun korban mencoba melawan, namun pada akhirnya, ia tidak mampu menahan kekuatan tersangka.

“Perbuatan ini bukanlah kali pertama tersangka melakukan pemerkosaan terhadap korban. Pada kejadian sebelumnya di tahun 2023, korban tidak berani melaporkan peristiwa tersebut karena rasa takut dan tekanan mental. Namun, setelah tersangka mengulangi perbuatannya, korban akhirnya melapor ke polisi, dan tersangka berhasil ditangkap pada 7 Februari di rumahnya” Tambah Kapolres Purworejo.

Dihadapan petugas Tersangka mengakui kesalahannya, menyebut perbuatannya sebagai kekhilafan yang dipicu oleh nafsu birahi.

Dari kejadian tersebut petugas menyita barang bukti berupa satu potong kerudung warna cokelat, baju warna hijau, celana panjang putih, pakaian dalam, selendang biru yang semuanya milik korban dan visum et repertum dari dokter.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Kapolres mengimbau untuk mrnghindari hal- hal yang tidak diinginkan, warga harus berani melapor jika mengalami pelecehan atau menjadi korban asusila. Hal ini penting agar pelaku tidak merasa jera,” pungkasnya. (Kun)

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *