Shaleh Jamaluddin Angkat Bicara Soal Tudingan Warga Kramat Jaya Baru Terkait Tanah Wakaf 

RMnews, Jakarta. Dianggap kurang peduli dengan warga di lingkungan sekitar, pengurus yayasan Al Jihad selaku pengelola lahan wakaf di kampung Kramat Jaya Baru, Kelurahan Johar Baru, akhirnya angkat bicara.

Lahan wakaf seluas sekitar 2.200 M², yang kini telah berdiri bangunan masjid dan sekolah ini dikelola oleh yayasan Al-Jihad.

Sebagai pihak pengelola lahan wakaf, ketua Yayasan Al-Jihad, Shaleh Jamaluddin membantah semua tuduhan dan keluhan warga sekitar yang ditujukan padanya selama ini.

Bantahan ini coba disampaikan Shaleh Jamaluddin untuk menjawab keluhan yang disampaikan warga lewat pemberitaan di beberapa media online. Serta mencoba ingin meluruskan segala tuduhan yang ditujukan pada dirinya.

Terkait keluhan warga soal lahan di tanah wakaf yang tidak boleh diperuntukan untuk parkir mobil milik warga, Shaleh Jamaluddin mengaku bila larangan itu bukan dari pihak yayasan.

Hal itu disampaikan Shaleh Jamaluddin didampingi Urwah selaku Bendahara yayasan, saat dikonfirmasi awak media di kediamannya, Jumat (10/5/2024).

Soal larangan parkir, awalnya sekitar tahun 2019 lalu pihak yayasan berinisiatif untuk mengajukan pengaspalan jalan di lahan wakaf yang selama ini digunakan untuk jalan umum.

“Singkatnya, setelah selesai dilakukan pengaspalan jalan. Shaleh Jamaluddin mengaku didatangi oleh petugas Subdin dari Dinas terkait, dan meminta uang pengganti pengerjaan pengaspalan. Saat itu, kata Saleh, alasan penggantian yang diklaim oleh pihak yang mengaku dari Subdin Perumahan, biaya sebesar itu lantaran jalan yang diaspal berada di kompleks masjid dan sekolah. “Ujar Shaleh.

Kerena tidak bisa menyanggupi penggantian biaya, pada saat itu petugas mensyaratkan dilarang untuk digunakan sebagai lahan parkir kendaraan pribadi.

“Oleh karena itu, pihak yayasan merasa dalam posisi yang dilematis. Hingga akhirnya pihak pengelola wakaf dengan terpaksa mengeluarkan pemberitahuan kepada warga untuk tidak menggunakan lahan atau jalan yang sudah diaspal sebagai lahan parkir kendaraan pribadi milik warga. “Pungkasnya.

Sementara, untuk keluhan warga soal larangan bermain anak-anak di lingkungan masjid yang berada di lahan wakaf, Saleh mengatakan bahwa itu tidak benar.

Dijelaskan Urwah, selaku pengurus DKM Al-Jihad, tidak ada larangan bagi anak-anak untuk bermain di sekitar masjid. Soal pernah ada kejadian larangan bermain untuk anak, memang pada saat itu saat itu sedang bulan Ramadan.

“Kami melarang anak-anak yang pada saat itu bermain petasan di waktu-waktu ibadah solat tarawih, kami tidak melarang anak-anak bermain. Hanya saja kan diwaktu-waktu tertentu, bukan di waktu-waktu ibadah. ” Tutur Urwah.

Selain itu, menjawab tidak adanya pelibatan warga sekitar didalam kepengurusan yayasan Al-Jihad sebagai pengelola lahan wakaf, Shaleh mengatakan itunjuga tidak tepat. Karena sebelumnya pernah warga disini saya libatkan.

“Kita pernah pekerjakan orang sini yang enggan kita sebutkan namanya hanya inisialnya (Y) dan beliau pernah jaga disini selama 6 bulan lebih dan kita gaji sebesar Rp. 2 Juta perbulannya beliau pun tidak standby disini hanya wara-wiri saja, dan saat satu hari sebelum pengunduran dirinya, beliau mendapat informasi bahwasanya Yayasan kami ini hendak di demo. Kemudian ada lagi masuk berinisial (T) tapi ternyata untuk kinerjanya nol juga. “Ucap Shaleh.

Ia pun berharap kedepannya, Pengurus yayasan mengaku jika sampai hari ini, pihaknya selalu terbuka dengan pihak warga. Mulai dari transparansi keuangan hingga kegiatan sosial dan keagamaan. (Yu²n)

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *