HUKRIM  

Sidamg ke-2 PN Sambas, Dugaan kasus pengrusakan rumah: PH; hanya bangunan gubuk perkebunan

Rakyatmerdekanews.com – Sambas Kalbar – Terdakwa dugaan kasus pengrusakan rumah an.Kin Fong Hono anak Faudji Hono sedang berproses di Pengadilan Negeri Sambas (9/10/2023) engan nomor perkara: 167/Pid.B/2023/PN Sbs. yang merupakan sidang ke-2 kalinya dilaksanakan diruang utama sidang kantor Pengadilan Negeri Sambas. Kasus ini merupakan konplik antar keluarga, karena dugaan kasus pengrusakaan rumah ini sama-sama mengklim punya hak (sama-sama waris dari an.Kin lie Moi). Sementara lahan /tanah nya masih milik an.Lie Kim Moi (nenek kandung Terdakwa) yang dalam fakta persidangan juga ditanyakan tentang surat dari tanah itu ada pada salah satu waris. Antar saudara sepupunya Fong Sulaiman (saksi waris) terhadap terdakwa; dalam fakta persidangan sesuai Berita Acara Penyidikan awal di Polsek Pemangkat, dan berproses di Kacab kejari Pemangkat; yang diungkap dipersidangan (sebagai saksi) merasa dirugikan sebesar RP.10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah) atas rumah yang dirusakan terdakwa tersebut.

Dalam fakta persidangan an.Lie Kim Moi merupakan pemilik awal lahan tersebut memiliki 35 orang waris terhadap lahan tersebut, namun terjadi laporan ke APH (Polsek Pemangkat hingga berujung di Pengadilan tentang dugaan pengrusakan rumah ini, yang terjadi sengketa antar saudara sepupu (masing-masing cucu) dari an.Lie Kim Moi tersebut.

Dalam proses sidang yang digelar, terdakwa an.Kin Fong Hono tersebut; sebagai hakim ketua dan anggota 1 dan 2 (Elsa, Ferisa dan Maharani), Jaksa Umum (JU/Luthfan Al-Kamis.S.H dan Suci Indah Sari.S.H.), Penasehat Hukum 4 orang (Ridwan dkk), dengan menghadirkan 6 orang saksi dari Jaksa Umum (Kejari Sambas-Kacab Pemangkat), namunyang hadir hanya 5 orang Saksi saja, dikarenakan saksi 1 (Saksi pelapor) mendadak tidak sehat (pingsan), maka yang dilakukan pemeriksaan didalam sidang yang digelar hanya 4 orang.

Dalam wawancara lansung pada Penasehat Hukum (Ridwan, dkk…) 9/10/2023, “Dalam persidangan hari ini, dengan agenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan pihak jaksa Kacab pemangkat kejaksaan negeri Sambas, ada 6 orang saksi, namun dalam persidangan saksi pertama tidak bisa dihadirkan (saksi pelapor). Sememtara yang bisa dihadirkan hanya 4 orang saksi ; dari keterangan 4 orang itu yang dapat kita pintai keterangan dan kupas. Disini kita dapatkan titik terang terhadap masalah-permasalahan tersebut, terutama masalah tentang waris; ternyata yang dari keturunan an.Lin Kim Moi ini memiliki 35 orang ahli waris. Sebagaimana dari BAP si pelapor yang merasa dirugikan sebesar Rp.10.000,000,- (Sepuluh Juta Rupiah) dengan adanya pengrusakan rumah menurutnya, namun menurut kami iyu bukan rumah; melainkan gubuk kebun saja, disitu ada beberapa tanaman pohon kelapa, karena bangunan tersebut tidak ada wc, tidak ada tempat tidur juga. Dan kedepan sebagai kuasa hukum guna pembelaan klien kami, akan kita perdalam; dalam sidang berikutnya pada tanggal 16 oktober 2023, akan dihadirkan 2 orang saksi lagi dari pihak Kacab Pemangkat, dan kami akan hadirkan juga 2 saksi ahli”. Jelasnya.

Ridwan juga menambahkan, “harapan kami sebagai penasehat hukum, kami berharap klien kami dapat dibebaskan, namun kita tetap serahkan sepenuhnya pada putusan hakim nantinya; karena kasus seperti ini sebagai pembelajaran bersama, sebaiknya urusan waris dapat diselasaikan ditingkat kekeluargaan, sehingga tidak harus terjadi diranah hukum”, harapnya.

Dari.pihak keluarga juga menambahkan,”harapan kami, saudara saya an.Kin Fong Hono ini, dapat diputus bebas kedepannya oleh majlis, namun tetap kita serahkan pada putusan majlis hakim nantinya.

Dalam keaempatan yang sama media ini juga menkonfirmasi Pengadilan negeri Sambas melalui Humas (Hanry) 10/10/2023,”*PENUNTUT UMUM HADIRKAN SAKSI KIN FONG HONO DI PERSIDANGAN*

Pada hari Senin 10 Oktober 2023 bertempat di Ruang Sidang Utama PN Sambas, Kejaksaan Negeri Sambas di Pemangkat menghadirkan 6 (enam) orang saksi di persidangan untuk membuktikan bahwa Terdakwa KIN FONG HONO bersalah melakukan pengrusakan rumah sebagaimana Dakwaan Penuntut Umum.

Seyogyanya ada 7 (tujuh) saksi yang akan diperiksa, namun sesaat setelah penyumpahan saksi menyatakan tidak sehat dan diputuskan agar ditunda untuk dilanjutkan pada pemeriksaan pekan depan.

Seluruh saksi yang diperiksa terdiri dari Pelapor, Pekerja Tukang, Pegawai PLN dan kerabat keluarga Terdakwa menjelaskan ikhwal kronologis terjadinya pembongkaran rumah yang terletak di Jl. Mohd. Sohor Rt.007/Rw.012 Desa Pemangkat Kota Kec. Pemangkat Kabupaten Sambas.

Terhadap keterangan saksi tersebut, Terdakwa pada pokoknya menyangkal terlibat maupun memerintahkan pembongkaran rumah. Di sisi lain Terdakwa mempersoalkan bahwa rumah tersebut masih dalam kepemilikannya sehingga ini bukan seharusnya masuk ranah pidana.

Majelis Hakim akhirnya menunda persidangan untuk dilanjutkan kembali pada hari Senin 16 Oktober 2023 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang akan dihadirkan oleh Kejaksaan Negeri Sambas di Pemangkat”, jelasnya…

Ah…

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *