Tahun 2023 Jumlah Penyalaguna Narkoba di Malut Turun

Rakyatmerdekanews.com, Ternate Malut – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (KaBNNP) Maluku Utara (Malut),Brigjen Pol Deni Dharmapala, SH., SIK., MH merealese jumlah prevalensi penyalah guna Narkotika pada tahun 2023 turun 0.22 % yakni 1.73% dari tahun 2022 sebesar 1.95 %.Hal ini disampaikan Hairuddin Umaternate, M.Si Koordinator Bidang P2M mewakili melalui prees realese akhir tahunnya kepada media di ruang War On Drugs (WoD)kantor BNNP Malut.(22/12/2023)

Hairuddin Uma Ternate didampingi Koordinator Bidang Rehabilitasi, Jainuddin Hi. Samad, SKM., MPH dan Kasubag Umum,Hamsiana Saleh,SE,M.Si mengatakan bahwa penurunan 0.22% tersebut berdasarkan qhasil survey Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan BNN tahun 2022.

“Angka prevalensi penyalahguna Narkoba sebesar 1.95 % atau sejumlah 3.662 jiwa penduduk berusia 15-64 tahun. Dan di tahun 2023 jumlah penyalah guna Narkoba turun menjadi 1,73 % atau sejumlah 3.337 jiwa penduduk yang menyalahgunakan Narkoba,” ungkapnya.

Ia menjelaskan dalam upaya memutus mata rantai supply dan demand penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika serta menekan angka Prevelansi penyalah guna Narkotika di Provinsi Maluku Utara Tahun 2022, BNN Provinsi Maluku Utara dan BNN Kota Tidore Kepulauan, BNN Kabupaten Halmahera Utara serta BNN Kabupaten Pulau Morotai telah melaksanakan program dan kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekursor Narkotika.

“Program P4GN yang dilaksanakan BNN Provinsi Maluku Utara dan BNN Kabupten/Kota se-Maluku Utara dengan menggunakan pendekatan strategi:

1. Strategi Soft Power Approach melalui kegaiatan di Pencegahan, Pemberdayaan Masyarakat dan Rehabilitasi;

2. Strategi Hard Power Approach melalui program dan kegiatan di bidang Pemberantasan;

3. Smart Power Approach melalui teknologi informasi dan riset;

4. dan Cooperation melalui kerja sama dengan berbagai institusi di masyarakat,” papar Hairuddin.

Hairuddin menjelaskan dalam memutus mata rantai supply dan demand peredaran Narkotika serta menekan angka Prevalansi penyalah guna Narkotika dilakukan BNN Provinsi Maluku Utara melalui:

Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M):

1. A Seksi Pencegahan

Seksi Pencegahan BNNP Malut melaksanakan 2 kegiatan utama yakni :

Penyelenggaraan Advokasi

Pelaksanaan Desa Bersih Narkoba (Bersinar)

“Desa Bersih Narkoba merupakan salah satu program inovasi BNN untuk menangkal penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika di pedesaan. Hal ini dimaksudkan agar desa memiliki ketahanan dan daya tangkal serta berperan aktif dalam perang melawan Narkoba.

Indikator terbentuknya desa Bersih Narkoba (Bersinar) yakni terbentuknya relawan dan Satgas anti Narkoba, desa mencanangkan program dan kegiatan yang mendukung pencegahan Narkoba seperti kampanye dan sosialisasi, pemasangan spanduk, baliho dan x-banner tolak Narkoba serta ada regulasi yang mendukung pelaksanaan desa Bersinar tersebut mulai dari tingkat Kabupaten/Kota sampai desa,” bebernya.

Terang dia, yang terpenting semua pelaksanaan kegiatan P4GN dimulai dari, oleh dan untuk Desa.

Sampai Tahun 2023 Desa/Kelurahan Bersinar telah dibentuk di 4 Kabupaten/Kota yakni di Kabupaten Pulau Morotai 88 Desa yang telah di launcing menjadi Desa Bersinar, di Kota Tidore Kepulauan 6 Kelurahan dan 2 desa, di Kabupaten Halmahera Utara 8 Desa dan di Kota Ternate Juga di bentuk 5 Kelurahan Bersinar dengan total 98 desa dan 11 Kelurahan di Provinsi Maluku Utara.

“Di Kelurahan/Desa Bersinar ini, program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dilaksanakan secara massif.

Selain itu juga dilaksanakan Program Fasilitasi Ketahanan Keluarga yang merupakan salah satu Program Prioritas Nasional di tahun 2023 dilakukan intervensi sebanyak 4 kali kepada 40 keluarga yang terdiri dari 1(satu) orang tua dan 1(satu) anak dengan jumlah total 80 orang di Provinsi Maluku Utara yang juga dilaksanakan oleh BNN Kabupaten/Kota, meningkat dibanding tahun 2022 hanya 40 KK untuk keseluruhan baik BNNP maupun BNNK,” papar Hairuddin.

Tambahnya, tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk meningkatkan daya tangkal ketahanan keluarga dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya. Keberhasilan program ini diukur dengan Indeks Ketahanan Keluarga (Dektara) dimana di tahun 2022 secara keseluruhan BNN Provinsi Maluku Utara memperoleh penilaian yang tinggi dengan jumlah nilai 93 (Tinggi) dan di tahun 2023 BNNP Malut memperoleh nilai Indeks Dektara 89,643 (Tinggi),” aku Hairuddin.

Lanjutnya,pelatihan softskill kepada SMP dan SMU sederajat kepada guru dari sekolah yang dipilih dari Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba). Sebagai contoh ditahun 2022 para guru di SMA yang berada di Kelurahan Bersinar stadion dan Tahun 2023 dilaksanakan kepada guru SMP di Kelurahan Bersinar Bastiong Talangame.

“Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan kemandirian di sekolah dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba dilingkungan sekolah.

Dampak dari kegiatan ini diharapkan para guru dapat mandiri melakukan kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan Narkoba, mendeteksi adanya penyalahgunaan Narkoba oleh siswa dan dapat melakukan konseling bagi anak-anak yang diduga mengalami masalah agar tidak terjerumus ke hal-hal yang merugikan termasuk penyaahgunaan Narkoba,”ujarnya

Hairuddin mengatakan Peningkatan softskill di BNN Kota/Kabupaten yang bertujuan meningkatkan ketahanan sekolah dari bahaya penyalahgunaan Narkoba, melalui program dialog teman sebaya kepada siswa SMP/SMA kepada sekolah terpilih khususnya yang berada di kelurahan Bersinar. dengan harapan saling mengedukasi bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba kepada teman sebaya.

“Penyebaran Informasi dan Edukasi

Penyebaran informasi dan edukasi juga dilakukan BNN Provinsi Maluku Utara dan BNN Kabupaten/Kota melalui media elektronik dan media luar ruang seperti baliho dan spanduk dan banner,” ucapnya.

Media sangat memberi andil dan peran penting dalam memberikan informasi terhadap masyarakat. Peran media dalam P4GN yaitu :

Penyebaran informasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika ;

Mengubah pengetahuan, sikap dan perilaku anti narkotika ;

Memfasilitasi aktifitas masyarakat Anti Narkotika

“Edukasi kepada masyarakat juga dilakukan melalui media baik elektronik seperti yang dilakukan BNNP Malut melalui talkshow di Televisi Gamalama Ternate dan Dialog di RRI Ternate dengan jangkauan se-Provinsi Maluku Utara. Hal yang sama juga dilaksanakan BNN Kabupaten/Kota. Edukasi juga dilakukan dengan menggunakan media radio dan media luar ruang seperti baliho dan spanduk dan banner,” imbuhnya.

BNN Provinsi Maluku Utara dan BNN Kabupaten/Kota juga melakukan sosialisasi P4GN melalui tatap muka kepada masyarakat, pelajar dan institusi pemerintah maupun swasta. Dengan menyandang kearifan lokal BNNP Malut dan BNN Kabupaten Halmahera Utara, melaksanakan sosilaisasi rutin setiap hari Selasa dengan nama “Ron Masigaro” dan Setiap hari Kamis dengan Nama “Kamis Kololi”. BNN Kota Tidore Kepulauan dengan Nama program ”BNN Kololi” dan BNN Kabupaten pulau Morotai dilakukan giat “Morotai Daloha”.

Seksi Pemberdayaan Masyarakat Pembentukan Penggiat Anti Narkoba

Pemberdayaan untuk peran serta masyarakat melalui pelaksanaan pengembangan kapasitas merupakan bentuk pembinaan dan pelatihan P4GN untuk menghasilkan penggiat-penggiat P4GN yang dapat membantu BNN dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba secara mandiri.

Penggiat P4GN dilatih untuk menjadi motor dan dinamisator bagi lingkungannya agar sadar, peduli, bangkit dan bergerak melakukan upaya P4GN dengan sumber daya yang dimilikinya Pengembangan Kapasitas Penggiat P4GN di lingkungan instansi pemerintah, instansi swasta, lingkungan masyarakat dan lingkungan Pendidikan bertujuan ;

Terselenggaranya pemberdayaan masyarakat dalam upaya P4GN di lingkungan kerja instansi pemerintah, lingkungan masyarakat, lingkungan pendidikan dalam menerapkan Program P4GN;

Terbangunnya sinergitas antara BNN dengan para stakeholder yang berada di lingkungan kerja instansi pemerintah, lingkungan masyarakat dan lingkungan Pendidikan;

Di tahun 2022 sejumlah 450 (empat Ratus Lima puluh) Penggiat Anti Narkoba telah dikukuhkan baik di BNNP Malut dan di BNN Kabupaten/Kota setelah dilakukan pengembangan kapasitas melalui workshop yang berasal dari Instansi Pemerintah, Lingkungan Masyarakat dan Lingkungan Pendidikan. Dan di tahun 2023 sejumlah 360 (tiga ratus enam puluh) penggiat telah dibentuk.

Pemberdayaan Pelalui Peningkatan lifeskill Masyarakat

BNN Provinsi Maluku Utara juga melakukan Pemetaan kawasan rawan narkoba Hasil Pemetaan Kawasan rawan Narkoba di Provinsi Maluku Utara sejumlah 39 kawasan rawan Narkoba dengan status waspada dan harus di intervensi.

Salah satu upaya intervensi melaui peningkatan kemampuan lifeskill agar masyarakat tidak lagi tertari bisnis illegal narkoba dan kejahatan lainnyauntuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Sampai Tahun 2023 BNN Provinsi Maluku Utara telah melakukan pemberdayaan alternative di wilayah kawasan rawan narkoba dengan pembinaan kepada kelompok masyarakat renntan melalui tanaman hortikultura, anyaman bambu untuk peralatan rumah tangga, pembuatan totebag dan pembuatan kelompok bakso ikan tuna, pembuatan sofa berbahan dasar botol bekas air mineral, pembuatan tempat tisu, pembuatan tempat pena, cermin rias dari rempah-rempah khas Maluku Utara, pembuatan keripik pisang dan keripik papaya, pembuatan sablon kaos dan pembuatan karangan bunga dengan total penerima manfaat sebanyak dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 75 orang.

Diharapkan pemberdayaan alternatif melalui lifeskill ini dapat berkelanjutan dan dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota sesuai potensi dan kearifan lokal masyarakat setempat.

Deteksi dini penyalahgunaan Narkoba melalui tes urine

Rencana Aksi Nasional (RAN) Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba dan Prekursor Narkotika (P4GN) Permendagri Nomor 12 Tahun 2019 tentang Fasilitasi P4GN oleh Pemerintah Daerah dan Surat Edaran (SE), Menteri PAN-RB Nomor 50 tahun 2017 tentang Pelaksanaan P4GN di Lingkungan Instansi Pemerintah. Pemberdayaan masyarakat melalui tes urine baik atas permintaan Institusi (mandiri) dan di fasilitasi DIPA APBN.

Adapun Instansi yang telah melaksanakan tes urine tahun 2022 kepada 17 instansi (Pemerintah, Pendidikan, Swasta dan Masyarakat) dengan total layanan 461 orang secara mandiri (Non DIPA) dan di tahun 2023 hanya sebesar 360 layanan. Penurunana layanan ini tergantung dari ketersediaan anggaran dari isntitusi yang bersangkutan.

Pembentukan Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman (KOTAN) 

Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN) merupakan program Nasional yang digagas BNN melalui Peraturan Kepala BNN (Perka) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Kebijakan Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba yang telah dirubah dalam peraturan Kepala BNN Nomor 5 Tahun 2021 tentang kebijakan KOTAN. Hal ini sebagai upaya meningkatkan ketanggapan suatu daerah atas ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba dengan sinegritas seluruh unsur masyarakat di Kabupaten/Kota.

Kebijakan ini juga mendukung upaya BNN untuk tanggap terhadap wilayah rawan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba dengan menggerakkan seluruh elemen masyarakat baik dari kalangan pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat. Sesuai hasil pemetaan, Provinsi Malut dibagi menjadi beberapa wilayah yakni Aman, Siaga, Waspada dan Bahaya, dari 1.193 kelurahan dan desa di Provinsi Malut terdapat 34 Kelurahan/Desa yang waspada Narkoba tersebar di 10 Kabupaten/Kota.

Dalam upaya meminimalisir kerawanan wilayah waspada Narkoba maka upaya mengelaborasikan dan memobilisasi sumber daya yang dimiliki agar dapat mengantisipasi, adaptasi, mitigasi ancaman dan gangguan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dengan 5 (lima) variable yakni ketahanan keluarga, ketahanan masyarakat, kewilayahan, kelembagaan dan hukum. Kelima variable ini menjadi tolak ukur ketanggapan Kabupaten/Kota dalam menghadapi ancaman Narkoba yang disebut dengan Kotan atau Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba.

Sesuai dengan hal tersebut di atas, BNN Provinsi Maluku Utara telah menggerakkan 5 (lima) Kabupaten/Kota untuk menindaklanjuti pelaksanaan KOTAN di Kabupaten/Kota sesuai arahan Perka, hal ini dibuktikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang KOTAN antara BNN Provinsi Maluku Utara dengan Pemerintah Kota Ternate, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Pemerintah kabupaten Halmahera Barat, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai.

I.2 Bidang Rehabilitasi

Pendekatan rehabilitasi merupakan bagian dari strategi soft power approach yang merupakan pencegahan Narkoba melalui cara mengurangi atau bahkan menghilangkan kekambuhan (relaps) bagi penyalah guna Narkoba. Peran ini dilakukan bidang Rehabilitasi BNNP Malut melalui :

I.2.A Seksi Program Layanan Rehabilitasi Instansi Pemerintah (PLRIP).

Seksi PLRIP BNNP Malut melaksanakan layanan rehabilitasi rawat jalan melalui :

Rawat Jalan Klien Penyalahgunaan Narkoba

Tahun 2022, BNN Provinsi Maluku Utara melalui Seksi PLRIP telah melaksanakan layanan Rehabilitasi rawat jalan kepada sejumlah 30 klien (laki-laki 26 dan 4 perempuan) dan BNN Kabupaten Kota Juga telah melaksanakan layanan rehabilitasi rawat jalan bagi penyalahguna sebanyak 30 sehingga jika ditotalkan sejumlah 60 klien penyalah guna dan di tahun 2023 sejumlah 30 klien di BNNP Malut yang telah direhabilitasi rawat jalan menyelesaikan target yang telah ditetapkan dan di 3 BNN Kab/Kota 28 klien dari target 30 klien. Total klien rawat jalan di Provinsi Maluku Utara Tahun 2023 adalah 58 Klien. Klien yang menjalani rehabilitasi rawat jalan rata rata merupakan penyalah guna Sabu, Ganja, dan Lem dengan bervariasi yakni swasta, Ibu Rumah Tangga, IRT, Pelajar dan tidak bekerja, dengan pendidikan terakhir SMP dan SMA.

Assesment Medis

Assesment Medis yang dilaksanakan BNNP Maluku Utara tahun 2022 telah menjangkau sejumlah 30 klien dari target 30 klien Tahun 2023 ini mencapai 35 dari target 30 klien yang telah ditetapkan.

Layanan Penerbitan SKHPN di Klinik Pratama BNN Maluku Utara

Klinik Pratama BNNP Maluku Utara dan Klinik Pratama BNN telah melaksanakan tes urine untuk keperluan penerbitan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika kepada masyarakat dengan pembiayaan dibebankan kepada penerima layanan yang terdiri dari Pekerja Instansi Pemerintah, Swasta, Pelajar dan Mahasiswa. Hasil dari pembiayaan tes urine disetor ke kas Negara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Tahun 2022 sejumlah 606 membuat SKHPN di BNNP Malut dan BNN Kabupaten/Kota dan Tahun 2023 meningkat menjadi 1.207.

Skrinning Intervensi Lapangan (SIL)

Dalam memudahkan masyarakat memperoleh layanan Rehabilitasi di BNNP Maluku Utara, Bidang Rehabilitasi BNNP Malut melalui konselor dan fasilitator melakukan kunjungan lapangan, menemui klien yang belum lapor diri untuk layanan rehabilitasi layanan rawat jalan di klinik Paratama BNNP Malut. Sejumlah 10 klien telah dijangkau dan memperoleh layanan Rehabilitasi rawat jalan di BNNP Maluku Utara. Di Tahun 2023 penjangkauan juga dilakukan kepada 10 klien yang tersebar di Kota Ternate. (Humas BNNP Malut/Arief)

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *