Warga Rasukan Berharap Polisi Tindak Lanjuti Laporan Pemalsuan Dokumen Letter C

Rakyatmerdekanews.com – Purworejo – Dalam rangka menjaga wasiat dari sang ibu, Rini Kadarwati (55) warga Desa Rasukan Kecamatan Ngombol, Purworejo nekad memperkarakan sawah warisan dari sang nenek. Hal itu karena diduga ada pemalsuan isi pada dokumen leter C terkait pengurusan sertifikat sawah tersebut.

Rini Kadarwati anak bungsu dari pasangan Mudjirah (alm) dan Mardi Suwito (alm)itu merasa dirugikan. Sehingga ia membawa kasus tersebut ke ranah hukum demi memperoleh haknya atas sawah seluas 2230 meter persegi hibah dari almarhum ibunya.

Selaku Kuasa hukum Rini Kadarwati, Samino menjelaskan bahwa pasangan Mudjirah dan Mardi Suwito dikarunia empat orang anak, satu diantaranya adalah Rini Kadarwati. Semasa masih hidup, Mudjirah sudah memberi hibah berupa tanah pekarangan dan sawah kepada keempat anaknya. Masih ada satu bidang lahan yang sengaja tidak diberikan kepada mereka.

“Satu bidang sawah itu yang kini disengketakan dan menjadi permasalahan. Sebab Tanah yang seharusnya diterima oleh anak yang merawat ibunya hingga meninggal itu dijual oleh almarhum Mardi Suwito kepada pihak lain,” kata Samino.

Dia menceritakan tanah sawah dengan sertifikat atas nama Kromo Midjoyo itu seharusnya menjadi hak klienya. Mengingat sebelum meninggal Mudjirah berwasiat bahwa tanah sengaja tidak dibagikan kepada anak-anaknya karena bermaksud agar dimanfaatkan untuk keperluan makan sang suami yakni Mardi Suwito.

Jika Mardi Suwito telah meninggal kata Sumino, maka sawah tersebut menjadi hak dari anak yang merawat Mardi Suwito sebelum meninggal. Dimana saat itu dari empat anaknya yang merawat sang ayah hingga ia meninggal pada tahun 2013 adalah Rini Kadarwati.

“Tentu tanah itu dijual sebelum saudara Mardi Suwito meninggal dunia. Pembayaran sudah dilakukan selama dua kali dari tahun 2009 hingga tahun 2013,” ucap Samino lagi.

Terkait penjualan tanah tersebut, Rini sebelumnya sempat menemui pembeli agar membatalkan pembelian itu, karena sesuai wasiat ibunya, tanah itu tidak diperkenankan untuk dijual. Disisi lain Mardi Suwito dinilai tidak berhak atas tanah tersebut karena tanah tersebut merupakan warisan dari Soekilah yakni ibu dari almarhum Kromo Midjoyo atau nenek dari Mudjirah.

“Ibu Mudjirah ini istri dari Mardi Suwito. Karena tanah itu adalah warisan nenek dari ibu Mudjirah maka Mardi Suwito semestinya tidak berhak atas sawah tersebut,” ujarnya.

Kepada pembeli, Rini pun kala itu sempat menyampaikan bahwa dirinya siap mengembalikan uang muka yang sudah dia bayarkan kepada Mardi. Namun permintaan rini tidak diindahkan. Dia nekat membeli sawah itu seharga Rp 40 juta yang pembayaranya dilakukan selama dua kali dari kurun waktu 2009 hingga 2011.

Awalnya sertifikat tanah itu masih atas nama Kromo Midjoyo. Belakangan sudah berubah menjadi atas nama pembeli. Padahal semula pengurusan sertifikat itu pernah ditolak BPN dalam program PTSL karena masih ada sengketa

Samino menduga ada pemalsuan dalam dokumen leter C. Pada dokumen leter C sebelumnya tanah itu tidak diberikan kepada siapapun dari empat anak Mudjirah namun belakangan muncul nama Kadarisman, anak pertama sebagai penerima hibah atas tanah sawah tersebut.

“Dalam leter C tanah sawah itu tidak dihibahkan kepada siapapun. Tujuanya agar digarap untuk keperluan makan Mardi. Wasiat almarhum ibu Mudjirah, Setelah suaminya yakni Mardi meninggal,p lahan itu akan berikan kepada anak yang merawat Mardi. Sedangkan yang merawat hingga ia meninggal adalah klien kami, yakni Rini Kadarwati,” bebernya.

Pihaknya menduga pengurusan sertifikat sawah ke BPN itu dilakukan menggunakan leter C yang sudah direkayasa isinya.

Menurut Samino, kasus ini tidak hanya masuk dalam delik perdata. Ia meyakini ada dugaan perbuatan pidana terkait pemalsuan dokumen. Pihaknya berharap Polres Purworejo mengusut tuntas kasus tersebut agar ada kepastian hukum serta keadilan bagi klienya.

“Untuk ganti rugi terhadap pembali, dianggap cukup karena dia sudah sempat menggarap sawah itu selama 7 tahun. Bahkan dari awal ibu Rini sudah beritikad baik untuk mengembalikan ya. (Red)

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *